Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Petani di desa Cempakasawit, kecamatan Sawit, Boyolali menyortir udang galah yang dipanen di kolamnya,Rabu (2/4). Udang galah tersebut akan dikirim ke beberapa rumah makan di Jogjakarta dan Semarang dengan harga jual Rp70.000,- per kilo
Benih udang akan tersedia di Gunungkidul menyusul akan dibangunnya pabrik benih udang oleh investor
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kabupaten Gunungkidul sebentar lagi akan memiliki pabrik pembenihan udang terbesar kedua di Indonesia. Saat ini salah satu investor asing yang berkantor di Jakarta sedang melakukan proses perizinan pembangunan pabrik tersebut.
Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Gunungkidul Aziz Saleh mengakui, proses pengurusan izin sudah masuk sejak beberapa bulan lalu. hanya saja, berhubung izin itu menyangkut modal asing, maka sesuai peraturan harus mengurusnya ke pemerintah pusat.
“Awalnya mengaku dari dalam negeri, ternyata setelah diteliti dokumen perizinanya ada peran dari asing, sehingga kami menyarankan untuk mengurus izin prinsip ke pusat,” kata Azis kepada wartawan, usai menghadiri rapat koordinasi di ruang kerja Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul, Jumat (29/5/2015).
Menurut dia, langkah pemkab untuk mempermudah masuknya investor tersebut dengan menyiapkan izin tata ruang. Terlebih lagi, pembangunan pabrik berdekatan dengan area Baron Techno Park di Desa Kanigoro, Saptosari.
“Lokasinya sangat berdekatan, sehingga kami harus koordinasi dengan BPPT selaku pemilik area tersebut. Masalah ini juga sudah dilaporkan ke Menristek dan Dikti, dan mereka mau untuk menjembatani,” kata Azis lagi.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Gunungkidul Supriyadi menyambut baik langkah dari investor. Namun demikian, sebelum pabrik berdiri, masalah perizinan harus diselesaikan terlebih dahulu. “Jangan sampai menimbulkan masalah, tapi secara prinsip sangat mendukung,” tutur Supriyadi.
Berdasarkan pemaparan awal, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik seluas sepuluh hektare. Pabrik pembenihan udang tersebut direncanakan menggunakan 200 tenaga kerja tetap, dengan kapasitas produksi 200 juta ekor bibit udang per tahun.
“Kalau itu bisa dilakukan, akan sangat membantu masyarakat. Jumlah 200 pekerja ini, belum termasuk yang lepas. Sehingga kalau ditotal bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi,” ungkap mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura itu.
Supriyadi menambahkan, dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan BPPT. Hal tersebut dilakukan, untuk meminimalisir terjadinya masalah, karena lokasi pendirian pabrik bedekatan dengan Baron Techno Park.
“Saya ingin semua bisa jalan dengan baik, jadi perlu koordinasi lebih lanjut dengan pihak lain,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Kemenpar mengandalkan gastronomi untuk mengejar target 16–17 juta wisman 2026. Kunjungan Januari–Juli mencapai 8,97 juta.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Polisi mencocokkan DNA keluarga rombongan wartawan hilang dengan jasad laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Harga Land Cruiser FJ di Indonesia masih dikalkulasi Toyota sebelum meluncur akhir 2026. Di Jepang, harganya mulai Rp500 jutaan.
LPS menekankan tiga kunci penguatan BPRS, yakni tone from the top, manajemen risiko proaktif, serta integrasi Governance, Risk, dan Compliance.