15.342 RTLH di Gunungkidul Masih Menunggu Perbaikan
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Wisatawan di Pantai Baron Gunungkidul, Kamis (25/12/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pantai di Gunungkidul akan dipasang tanda peringatan bahaya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Tak ingin peristiwa tebing Pantai Sadranan longsor hingga menyebabkan korban jiwa terulang kembali, BPBD Gunungkidul sudah melakukan pemetaan lokasi rawan tebing runtuh di kawasan pantai.
Hasilnya ditemukan sedikitnya ada 35 titik, dan tempat-tempat itu akan dipasang rambu-rambu peringatan. “Akan kita pasang, mudah-mudahan bisa dilakukan minggu ini,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Gunungkidul, Nugraha Wahyu Winarna, Senin (22/6/2015).
Dia pun menargetkan, pemasangan tersebut sudah selesai sebelum lebaran, sehingga saat liburan tidak ada masalah mengenai rambu-rambu tersebut. meski demikian, Nugraha berharap agar saat itu dipasang, pengunjung bisa menaati dan tidak melakukan aktivitas di bawah tebing atau karang.
“Kami sangat berharap, karena keberhasilan itu juga butuh partisipasi dari pengunjung,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.