SEKOLAH JOGJA : Kanwil Kemenag Usulkan Pendidikan Multikultural

25 Juli 2015 05:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Sekolah Jogja diusulkan dapat menerapkan pendidikan multikultural.

Harianjogja.com, JOGJA - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta mengusulkan pendidikan multikultural dapat diterapkan di sekolah sebagai salah satu mata pelajaran yang diampu untuk mengembangkan sikap toleransi bagi siswa.

"Kami akan sampaikan terkait pendidikan multikultural ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Nizar Ali seusai acara Silaturahim Tokoh Lintas Agama di Markas Polda DIY, Jumat (24/7/2015).

Ia mengatakan, pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai keragaman dan toleransi sangat diperlukan sejak dini untuk mengantisipasi potensi gesekan sosial mengingat Indonesia memiliki suku, ras, agama yang majemuk.

Dia menilai pengajaran mengenai wawasan multikultural bagi siswa hingga saat ini masih cenderung minim, dan belum secara khusus disisipkan dalam mata pelajaran tertentu.

"Padahal siswa SD saja sudah ada yang membuat jarak antara yang seagama dan yang bukan seagama," kata dia.

Pendidikan multikultural tersebut, menurut Nizar, jika arahnya terkait dengan persoalan agama kemungkinan dapat disisipkan dalam mata pelajaran agama.

Menurut dia, masyarakat beragama seharusnya menyadari bahwa toleransi merupakan bagian utama dalam ajaran agama.

"Sementara toleransi tidak bisa berdiri sendiri karena terkait erat dengan hal lain yaitu pluralitas," kata dia.

Sehingga dalam kehidupan sosial seharusnya dapat diimplementasikan dengan berbuat baik dalam bertetangga baik yang seiman maupun bukan.