MAKANAN BERBAHAYA : 588 Jenis Makanan Tidak Memenuhi Syarat

dokumen
26 Juli 2015 10:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Makanan berbahaya ditemukan selama ramadan dan lebaran

Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY menemukan 588 jenis makanan di pasaran yang tidak memenuhi syarat [TMS].

Kepala BBPOM DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengungkapkan, hasil tersebut didapat selama intensifikasi pengawasan pangan di DIY. Gerakan tersebut dimulai sejak Mei 2015 untuk mengawasi peredaran makanan menjelang Ramadan dan Lebaran.

“Tidak memenuhi syarat di sini karena rusak, kedaluwarsa, tanpa izin edar [TIE], tidak memenuhi ketentuan [TMK] label, serta mengandung bahan berbahaya,” ungkap dia kepada Harianjogja.com di kantornya, Jumat (24/7/2015).

Ia menambahkan, 588 jenis makanan tersebut didapat dari 179 sarana (kios, toko, dll) yang diperiksa di seluruh wilayah DIY. Ada 403 sarana yang diperiksa di mana 224 sarana memenuhi syarat sedangkan 179 sarana tidak memenuhi syarat. Ia menyebutkan, di Jogja dari 183 sarana yang diperiksa, terdapat 62 yang TMS, di Sleman dari 123 sarana yang diperiksa terdapat 60 yang TMS. Sementara, di Bantul terdapat 15 sarana yang TMS dari 32 sarana yang diperiksa, di Kulonprogo ada 13 sarana yang TMS dari 29 yang diperiksa, dan di Gunungkidul terdapat 29 sarana yang TMS dari 36 yang diperiksa.

Ayu mengungkapkan, ada tindakan yang diambil terhadap toko yang menjual makanan tersebut yakni berupa teguran. Sementara, untuk makanan yang TMS, BBPOM DIY mengambil tindakan berupa pemusnahan produk terhadap 551 jenis (2.607 kemasan) dan pengembalian produk ke penyalur untuk 37 jenis makanan (421 kemasan).

“Kami akan terus mengintensifkan pengawasan agar semakin berkurang makanan yang TMS. Masyarakat juga diimbau tidak membeli makanan yang tidak terjamin kesehatannya,” ujar dia.

BBPOM DIY juga melakukan pengawasan terhadap makanan yang beredar selama Ramadan khususnya pusat makanan takjil. Dari hasil pantauan, didapati delapan (5%) makanan TMS dari 156 sampel yang diambil. Delapan makanan tersebut ditemukan di enam pusat penjualan makanan takjil. Lima di antaranya mengandung formalin, sedangkan tiga lainnya terbukti mengandung rodhamin B.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pertanian (BKPP) DIY Arofah Noor Indriani mengatakan, BKPP DIY turut melakukan pantauan ketersediaan pangan dilakukan di lima pasar besar di DIY. Kelima pasar tersebut adalah Pasar Beringharjo (Jogja), Pasar Prambanan (Sleman), Pasar Bantul (Bantul), Pasar Wates (Kulonprogo), dan Pasar Argosari (Gunungkidul).

“Kami memantau ketersediaan dan mutu bahan pangan di pasaran,” ujar dia.