DEMO MAHASISWA JOGJA : Merasa Dipukuli Polisi saat Unjuk Rasa, Mahasiswa Mengadu ke LBH

Anggota LBH Jogja menunjukan luka di tubuh mahasiswa akibat tindakan oknum polisi saat mengamankan unjuk rasa saat ada Forum Rektor Indonesia di UNY. (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
01 Februari 2016 17:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Demo mahasiswa Jogja yang dilakukan Sabtu lalu berujung laporan salah satu mahasiswa yang merasa dianiaya polisi

Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) Jogja mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Senin (1/2/2016).

Mereka mengaku dipukuli oknum polisi saat melakukan unjuk rasa di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (30/1/2016) sore.

Saat itu di UNY tengah digelar acara Forum Rektor Indonesia (FRI) yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo. Mahasiswa berusaha menerobos ke dalam acara FRI, namun dihadang aparat kepolisian dan keamanan dari UNY hingga terjadi aksi saling dorong.

Sebanyak 28 mahasiswa ditangkap dan dibawa ke Polres Sleman dengan tuduhan pengrusakan, "Dua rekan kami mengalami luka parah akibat dipukuli polisi, delapan lainnya luka ringan," kata Ardy Sihab, salah satu mahasiswa peserta aksi saat memberikan keterangan di kantor LBH Jogja.

Ardi mengaku proses unjuk rasa dilakukan dengan damai meski sempat terjadi pengadangan salah satu mobil yang diduga milik salah satu dari FRI. Namun, tiba-tiba polisi melakukan pengejaran pengunjuk rasa, pengeroyokon, dan pemukulan yang dilakukan oknum polisi berseragam.

Direktur LBH Jogja, Hamzal Wahyudin yang mendampingi kasus tersebut menilai polisi berlebihan dalam mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa GNP di UNY. Menurutnya, pemukulan dan penangkapan peserta unjuk rasa sudah keluar dari prosedur pengamanan.

"Tindakan aparat kepolisian diluar prosedur, kami sangat menyayangkan," kata Wahyudin.