DURIAN KULONPROGO : Durian Sungapan Tak Kalah dengan Kalibawang

Ilustrasi buah durian (JIBI/Solopos - Dok.)
03 Februari 2016 12:21 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Durian Kulonprogo ternyata tidak hanya di Kalibawang, tetapi juga ada di Sungapan

Harianjogja.com, KULONPROGO- Warga Sungapan, Kokap keluhkan kurangnya promosi atas hasil panen durian daerahnya. Padahal durian yang dihasilkan tidak kalah kualitasnya dibandingkan durian daerah Kalibawang yang dikenal sebagai sentra durian di Kulonprogo..

Tukijo, warga Dusun Sungapan, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap mengeluhkan kurangnya perhatian perhatian perangkat desa setempat akan hasil produksi durian dari daerahnya. Ia mengharapkan adanya usaha dari pemerintah untuk mengangkat popularitas durian daerah tersebut agar tak hanya menjadi penyokong untuk daerah Kalibawang saja.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa sejumlah durian asal Sungapan dibeli oleh pedagang untuk kemudian dijajakan di Kalibawang. “Ini kan berarti kualitasnya tidak kalah,” ujarnya.

Saat ini, kawasan Sungapan sedang menghadapi puncak musim panen durian. Setiap harinya tersedia sekitar 500 buah durian matang yang siap dipasarkan.

Tukijo yang merupakan petani durian ini juga menjelaskan bahwa hasil panen durian dari desanya tidak seburuk daerah-daerah lainnya meski sempat menghadapi perubahan cuaca. “Tidak banyak durian kami yang rasanya anyep [hambar],” ujarnya.

Ia memperkirakan hanya sekitar 20% dari total jumlah produksi yang terpengaruh oleh curah hujan yang tak menentu sehingga membuat rasa duriannya tak seenak biasanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kulonprogo, Bambang Tri Budi menjelaskan bahwa kualitas durian Kulonprogo pada masa panen kali ini kurang memuaskan. Sebagian besar durian yang dihasilkan memiliki rasa yang hambar.

Ia menyebutkan bahwa hal ini dikarekan curah hujan yang kacau sehingga memicu kemunculan daun muda. Hal ini mengakibatkan nutrisi pada pohon durian tersebut terbagi antara daun muda dan buahnya. Daerah Kalibawang sendiri mengalami penurunan produksi yang cukup signifikan. Sebelumnya, kawasan ini bisa menghasilakn 8000 buah per hari namun untuk tahun ini produksi hanya mencapai 1000 buah per hari.