KONSUMSI GAS DIY : Tingkatkan Peggunaan Brugt Gas dengan Inovasi Penjualan

Warga mengunjungi stan Bright Gas Banjir Hadiah yang digelar PT Pertamina Region IV Jateng di Solo Grand Mall (SGM), Selasa (24/11/2015). Pertamina terus menggelar penjualan bright gas untuk mengurangi konsumsi gas bersubsidi. (Shoqib Angriawan/JIBI - Solopos)
09 Februari 2016 15:54 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Konsumsi gas DIY untuk bright gas terus digenjot

Harianjogja.com, JOGJA- Sales Executive Elpiji dan Produk Gas Wilayah Jateng-DIY M. Ali Akbar Felayati (Akfel) mengatakan, untuk semakin meningkatkan penggunaan bright gas, diperlukan inovasi sistem penjualan.

"Untuk mempercepat penjualan bright gas bisa dengan maintenance outlet. Misalnya satu agen wajib menjual bright gas saja. Seperti yang dilakukan di Jogja, setiap Jumat khusus penjualan bright gas," katanya, Senin (8/2/2016).

Cara lain bisa dilakukan dengan memberlakukan target untuk agen. Misalnya dari keseluruhan penjualan tabung elpiji, 20% harus menjual bright gas.

Akfel mengatakan, ke depan Pertamina akan lebih fokus pada penjualan bright gas dibandingkan elpiji tabung biru 12 kg meski selisih harga Rp3.000 menjadi tantangan bagi Pertamina.

"Apalagi dibandingkan sama tiga kilogram selisihnya hampir 80 persen. Tapi kita sandingkan dengan 12 kg [tabung biru], tampilannya [bright gas] sudah berbeda ada pink dan ungu. Warnanya bisa dikomplain. Sistem safety lebih bagus juga dan irit," tuturnya.