DANA DESA : Terima Dana Miliaran Rupiah, Desa Bisa Dirikan BUMDes

10 Februari 2016 13:56 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Dana desa yang akan diterima desa di Bantul mencapai milaran rupiah, sehingga desa bisa membentuk BUMDes

Harianjogja.com, BANTUL- Puluhan desa di Bantul berpeluang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lembaga ini dapat menjadi sumber dana desa dan bermanfaat bagi masyarakat.

Peluang BUMDes semakin terbuka dengan adanya Undang-undang Desa. Regulasi tersebut memberi otonomi pada desa disertai penggelontoran anggaran miliaran rupiah tiap tahunnya.

"Desa yang hendak membentuk BUMDes tidak lagi kesulitan mendapatkan modal. Dana desa sekarang besar," terang Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bantul Suprianto, Rabu (9/2/2016).

Selain itu kata dia, regulasi mulai dari undang-undang hingga Peraturan Daerah (Perda) yang kini tengah digodok mengatur dengan jelas keberadaan BUMDes.

"Sesuai aturan BUMDes dapat menjadi badan hukum, atau unit usaha BUMDes itu sendiri yang dapat dibuat badan hukum," jelasnya lagi.

Hanya saja kata dia, pemerintah desa harus cermat dalam memilih jenis usaha yang dikembangkan. Selama ini, pandangan umum mengenai BUMDes hanya terkait usaha simpan pinjam. Padahal banyak potensi ekonomi di suatu wilayah yang dapat dijadikan unit usaha BUMDes.

"Masing-masing wilayah punya potensi. Misalnya Desa Tirtohargo, Kretek ada potensi hutan mangrove kenapa itu tidak dikelola oleh BUMDes, atau potensi ekonomi lainnya. Misalnya suatu desa ada potensi memproduksi pupuk organik itu bisa jadi unit usaha," kata dia.

Saat ini di Bantul hanya terdapat 23 BUMDes dari total 75 desa yang ada. Bahkan dari 23 tersebut, hanya tiga diantaranya yang aktif. Ia mencontohkan beberapa BUMDes yang sukses antara lain terdapat di Desa Panggungharjo, Sewon. BUMDes tersebut memiliki usaha pengelolaan sampah rumah tangga.