TRANSPLANTASI HATI RSUP SARDJITO : Kegembiraan Dwi Setelah Donorkan Hati untuk Anaknya

Adelia Dwi Cahyo (10 bulan) bersama orang tuanya Cahyo Kustaman, 33 dan Dwi Purwanti, 33 saat berada di Gedung Amarta RSUP Sardjito, Kamis (11/2/2016). (Joko Nugroho/JIBI - Harian Jogja)
11 Februari 2016 19:54 WIB Jogja Share :

TRANSPLANTASI HATI RSUP SARDJITO berhasil dilakukan untuk pertama kalinya

Harianjogja.com, JOGJA- Dwi Purwanti, 33 berbahagia. Ibu dari Adelia Dwi Cahyo (17 bulan) ini telah mendonorkan hatinya untuk sang anak. Operasi transplantasi hati ini dilakukan pertama kalinya di RSUP Dr Sardjito Jogja.

Dwi mengaku senang melihat senyum merekah dari anaknya. Wajah dan mata anaknya sudah tidak lagi menguning. Padahal tujuh bulan lalu wajah dan matanya masih menguning. (Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2015/11/20/transplantasi-hati-rsup-sardjito-masa-kritis-terlewati-90-dianggap-berhasil-662763" target="_blank">TRANSPLANTASI HATI RSUP SARDJITO : Masa Kritis Terlewati, 90% Dianggap Berhasil)

“Bulan ini sudah sangat aktif. Sudah mulai makan banyak dan tidak bisa berhenti bergerak. Bahkan minggu lalu sudah mulai mencoba berdiri sendiri,” kata Dwi sembari menitikkan air mata.

Hari ini, Kamis (11/2/2016) Adelia dierbolehkan pulang setelah tiga bulan dirawat intensif oleh tim dokter di RSUP dr. Sardjito.

Dia mengaku tangisnya kini memang sudah beda. Jika tujuh bulan silam dia menangis karena hanya doa yang bisa dipanjatkan. Pertolongan untuk operasi gratis menjadi salah satu mujijat itu. Kini air mata yang keluar adalah kebahagiaan.

“Dulu saya mau jadi pendonor tidak pernah berpikir efek samping. Bisa melihat Adelia tertawa itu sudah lega rasanya,” kata perempuan berjilbab itu.

Cahyo Kustaman, 33, suami Dwi Purwanti  hanya bisa terdiam. Dia hanya bisa mendampingi istrinya saat ditanyai seputar perasaannya oleh wartawan.

“Ya sekarang bisa pulang. Kami bersyukur,” kata Cahyo singkat.

Sebelumnya pada November 2015, tim dokter gabungan dari RSUP dr Sardjito dan Kyoto University berhasil melaksanakan tugas sulit tersebut setelah mengarungi 16 jam operasi. Bagi RSUP dr Sardjito Adelia adalah pasien pertama yang menjalani operasi transplantasi hati. Operasi ini harus dilakukan karena hati Adelia mengalami kerusakan bawaan penyumbatan saluran empedu.