NASIB TENAGA HONORER : Gaji Guru Kota Jogja Sudah Standar UMP

Ilustrasi guru (JIBI/Solopos/Antara - Dok)
12 Februari 2016 22:20 WIB Jogja Share :

Nasib tenaga honorer di Kota Jogja lebih terjamin.

Harianjogja.com, JOGJA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja berharap guru honorer kategori 2 (K2) di wilayahnya tidak ikut melakukan demo di Jakarta. Harapan ini disampaikan Kepala Disdik Kota Jogja, Edy Heri Suasana pada Harianjogja.com, Jumat (12/2/2016).

Dia mengaku sejauh ini guru honorer K2 di Kota Jogja sudah mendapatkan perlakuan yang sangat baik. Salah satunya tentang gaji di diterima sudah sesuai dengan upah minimum Kota (UMK) Jogja.

“Kami sudah tidak lagi menggunakan system penggajian per jam pelajaran. Jadi gajinya sudah setara UMK Jogja, yakni Rp1,4 juta,” jelas Edy di ruang kerjanya.

Edy menambahkan gaji ini masih di luar Tunjangan Pokok Pendidik (TPP). TPP akan diberikan tersendiri bukan termasuk pada gaji yang diterima tiap bulannya.

Edy mengaku hingga kini masih ada sekitar 460 tenaga honorer dibidang pendidikan yang bekerja di Kota Jogja. Sebanyak 100 orang merupakan guru honorer dan sisanya merupakan tenaga nonguru namun diperbantukan di sekolah.

“Guru honorer K2 ini di luar guru yang direkrut sekolah. Jadi berbeda status nantinya. Kalau guru di rekrut pihak sekolah maka sistem penggajian akan dibicarakan antara pihak sekolah dengan tenaga honorer tersebut,” jelas Edy.