FASILITAS DIFABEL : Masih Ada Sekolah di Jogja Belum Siap Terima Murid Difabel

JIBI/Solopos/Septian Ade MahendraSejumlah penyandang difabel mengunjungi salah satu stan di acara Deklarasi Yayasan Keluarga Besar Penyandang Disabilitas Alumni Rehabilitasi Centrum (YKBDA RC) Prof. Dr. Soeharso , Solo, Rabu (19 - 2). Selain deklarasi YKBDA RC, acara tersebut juga sebagai ajang temu kangen alumni yang tersebar di berbagai daerah.
15 Februari 2016 18:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Fasilitas difabel di Kota Jogja dikeluhkan, salah satunya sekolah yang menolak murid penyandang disabilitas

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Sugeng Mulyo Subono mengungkapkan aksesibilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas sejauh ini diakuinya bukan semata-mata persoalan kurangnya sarana dan prasarana, namun lebih pada kurangnya penerimaan.

Ia mengakui masih ada sekolah yang belum siap menerima siswa difabel.

Menurutnya, penyandang disabilitas itu berbagai macam, tidak memiliki kekurangan fisik yang sama. Banyak juga penyandang disabilitas yang mempunyai keahlian sama dengan siswa pada umumnya.

“Guru-guru reguler memang harus siap, tidak hanya perpangku pada guru bantuan [ketika ada siswa disabilitas],” tandas Sugeng, Senin (15/2/2015).

Saat ini DPRD Kota Jogja tengah membahas Raperda Disabilitas, bahkan raperda tersebut sudah direncanakan tahun lalu dan diharapkan bisa selesai dibahas tahun ini.

Sebelumnya, Ketua Badan Legislasi Daerah (Baleg) DPRD, Tatang Setiawan mengatakan pembahasan raperda itu sudah sering dilakukan dan dukungan dari berbagai pihak dianggap sudah cukup untuk dibahas.

Menurutnya, meski DIY sudah memiliki perda disabilitas, namun persoalan lokasi Kota Jogja berbeda sehingga perlu dibuatkan perda juga.

Penyandang disabilitas juga menganggap Perda DIY Nomor 4 Tahun 2012 tentang Perlindungan Hak Disabilitas belum sepenuhnya diimplementasikan. Minggu (14/2/2016) mereka melakukan aksi damai di gedung dewan DIY dan mendesak DPRD mengawasi implementasi perda tersebut.