BANDARA KULONPROGO : Warga Tidak Ingin Mendukung Tanpa Syarat

Puluhan warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendatangi rumah dinas Bupati Kulonprogo, Selasa (16/2/2016) sore. (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
17 Februari 2016 15:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo, warga pendukung meminta jaminan.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Puluhan warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendatangi rumah dinas Bupati Kulonprogo, Selasa (16/2/2016) sore. Mereka menuntut Pemkab Kulonprogo membuat perjanjian dengan PT Angkasa Pura I berupa jaminan mendapatkan pekerjaan di bandara NYIA nantinya.

Pendataan potensi tenaga kerja yang dilakukan Pemkab Kulonprogo dianggap tidak menjadi jaminan apapun. Setelah didata dan mengikuti pelatihan, warga tidak tahu apakah sudah pasti bekerja di bandara atau tidak. Janji dan harapan hanya disampaikan secara lisan tanpa ada bukti tertulis.

“Kami butuh MoU antara Pemkab Kulonprogo dan Angkasa Pura soal bagaimana kami bisa mendapatkan pekerjaan di bandara. Kalau memungkinkan, kami juga dilibatkan dalam proses penyusunan MoU,” kata perwakilan warga Desa Kebonrejo, Nur Aini.

Perwakilan warga terdampak dari Desa Palihan, Nanang menambahkan, kedatangan warga sebenarnya untuk menyerahkan petisi dukungan terhadap pembangunan bandara NYIA. Dukungan tersebut setidaknya berasal dari 1.126 orang. Namun, dukungan tersebut tidak diberikan tanpa syarat.

Nanang mengungkapkan, masih ada dua poin persyaratan selain masalah jaminan penempatan tenaga kerja. Dia memaparkan, warga menuntut relokasi diberikan secara gratis dan dipisahkan dari konsep ganti rugi.

“Kami juga menuntut penggarap PAG [Pakualaman Ground] mendapatkan kompensasi, baik tanah maupun aset di atas tanah,” ujarnya.

Warga akan kembali mempertanyakan kepastian sikap dari Pemkab Kulonprogo pada Senin (22/2/2016) pekan depan.

“Kalau [tuntutan] tidak diakomodir, itu akan mempengaruhi dukungan warga,” tegas Nanang.