PERTANIAN BANTUL : Petani Merugi Ratusan Juta Rupiah karena Wereng

18 Februari 2016 19:55 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pertanian Bantul menghadapi hama wereng

Harianjogja.com, BANTUL- Serangan wereng telah menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Sebanyak lima hektare lahan padi di pesisir selatan Bantul dipastikan gagal panen.

Kegagalan panen terjadi di Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul. Petani Dusun Baros, Tirtohargo, Kristiantoro mengungkapkan, wereng coklat menyebabkan padi berumur 60 hari tidak dapat dipanen karena kuning dan mengering. "Padahal tanamannya sudah mau keluar padinya," ungkap Kristiantoro, Rabu (17/2/2016).

Petani telah mengeluarkan biaya hingga ratusan juta untuk mengelola lima hektare lahan tersebut. Satu hektare tanaman padi membutuhkan biaya produksi Rp30 juta hingga Rp35 juta. Mulai dari penyiapan lahan, benih, pupuk dan lainnya.

Selain lima hektare lahan yang telah gagal panen, kini terdapat 10 hektare lahan yang nyaris puso akibat wereng. Sejatinya kata dia, pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan telah memberikan bantuan pestisida sebanyak delapan liter. "Tapi hasilnya belum maksimal, wereng tetap masih ada," papar dia.

Bantuan itu habis dalam sekejap dan tidak dapat mencakup seluruh lahan yang terserang hama. Petani kini terpaksa merogoh biaya pribadi untuk membeli pestisida. Satu bungkus pestisida di pasaran dijual seharga Rp35.000. Pestisida berbentuk bubuk itu lalu diaduk dengan air dan disemprotkan ke tanaman.

Terpisah, petani Dusun Patihan, Gadingsari, Sanden Sumartono mengatakan, hama wereng sampai sekarang masih bertahan kendati petani telah berupaya menyemprot dengan pestisida bantuan pemerintah. "Tapi dari sisi jumlah sudah berkurang dibanding sebelumnya," papar Sumartono.

Sebelumnya satu rumpun padi dihinggapi hingga 100 ekor wereng, kini menurun menjadi 20 ekor. Di Patihan, ia mengklaim belum terjadi gagal panen seperti dialami petani Tirtohargo. Kendati demikian petani harus siaga dengan melakukan penyemprotan pestisida secara berkala.

Pestisida bantuan pemerintah menurutnya tidak cukup memenuhi seluruh lahan yang terserang. Bantuan itu hanya datang sekali. Ia berharap, Dinas Pertanian kembali menggelontorkan bantuan pestisida untuk meringankan beban petani.