PERTANIAN BANTUL : Hama Tak Diatasi, Stok Berat Terancam

IlustrasiEspos/Arif Fajar SGAGAL PANEN--Saeroni, 50, petani di Desa Getasrejo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Kamis (2 - 6), menunjukkan areal tanaman padi miliknya yang gagal panen akibat serangan hama wereng cokelat. Hama tersebut juga menyerang tanaman padi di sejumlah kecamatan lain di Grobogan, antara lain Kecamatan Klambu dan Purwodadi. SOLOPOS 03 JUN 2011 HAL 3 JATENG DIY
20 Februari 2016 03:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pertanian Bantul, hama wereng masih jadi musuh utama.

Harianjogja.com, BANTUL-Terkait serangan hama wereng yang meluas, Anggota Komisi B DPRD Bantul Suradal menuding Pemkab Bantul cenderung lamban dalam merespon serangan hama wereng ini.

Bahkan, ia mengaku pernah menemukan obat pemberantasan hama itu sudah dalam kondisi kedaluwarsa.

Ia khawatir, jika serangan hama ini tak segera direspon maksimal oleh pemerintah, kegagalan panen nantinya akan semakin meluas. Jika hal ini terjadi, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi stok beras ke depannya.

“Pada akhirnya berdampak pada harga,” katanya, Jumat (19/2/2016)

Seperti diberitakan, sejak awal bulan lalu, hama wereng cokelat memang secara sporadis menyerang lahan-lahan pertanian di Bantul. Setidaknya sudah ada 5 kecamatan yang terdampak oleh hama berjenis serangga bernama latin Nilaparvata Lugens ini. Kelima kecamatan itu masing-masing adalah Bantul, Sanden, Kretek, Pandak, Srandaka, dan Bambanglipuro.

Pestisida hingga Mantri Dikerahkan

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Widodo mengaku telah melakukan upaya pengendalian populasi hama wereng cokelat di lahan padi seluas 280 hektar yang tersebar di empat kecamatan.

Pengendalian itu dilakukannya dengan melakukan penyemprotan pestisida secara bersamaan di semua lahan. Lantaran persebaran hama itu tidak di keseluruhan bagian lahan, maka pihaknya pun sudah menyiapkan skenario pengendalian agar hama itu tidak meluas.

“Kami sudah kumpulkan para mantri tani sekaligus petaninya. Pestisida kami yang fasilitasi,” katanya.

Ia menambahkan, dari lahan pertanian seluas 280 hektare tersebut, sejauh ini setidaknya terdistribusikan sekitar 300 liter pestisida kepada kelompok tani, meskipun demikian jumlah tersebut bisa bertambah tergantung kebutuhan