FENOMENA LGBT : Demo Dua Massa Batal Ricuh

Ilustrasi LGBT
24 Februari 2016 08:20 WIB Jogja Share :

Fenomena LBGT menuai pro dan kontra

Harianjogja.com, JOGJA – Ketegangan terjadi di Tugu Jogja setelah dua massa demonstran bersikeras melakukan aksi demonstrasi tentang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) Selasa (23/2/2016). Namun bentrokan batal terjadi lantaran polisi menekan pergerakan kedua kubu massa.

Kelompok demonstran yang menamakan dirinya Solidaritas Perjuangan Demonstrasi rencananya akan menggelar aksi di sekitar Tugu Jogja. Mereka melawan aksi anti-LGBT rasis dan tiadakan penyebaran kebencian yang mereka nilai mengancam nilai demokrasi.

Ani, koordinator lapangan SPD mengatakn aksi itu sekaligus menjadi aksi tandingan atas aksi menolak gerakan pro-LGBT yang digelar Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (AM-FUI) DIY di saat yang bersamaan di Titik Nol. Namun belum sempat mereka berkumpul, beredar informasi yang menyatakan rencana pembubaran aksi SPD di Tugu Jogja.

Informasi itu terbukti. Sekitar pukul 13.30 WIB puluhan massa dari Gerakan Pemuda Ka'bah terlebih dahulu menduduki Tugu Jogja dan membentangkan spanduk anti-LGBT. Di saat yang berbarengan puluhan massa SPD juga sudah berkumpul di McDonalds Jenderal Sudirman dan menunggu untuk aksi berjalan kaki menuju Tugu.

Ketegangan sempat mereda ketika GPK meniggalkan lokasi. Namun tak lama kemudian mereka kembali lagi dengan jumlah massa yang lebih besar. Kali ini melibatkan beberapa anggota AM-FUI yang sebelumnya berdemo di Titik Nol.

“Apa yang mereka lakukan sudah menyimpang dari nilai yang ada. Kami tetap berpegang pada prinsip dan menolak LGBT,” kata Ruby, koordinator GPK.

Sementara di McD, puluhan demonstran mendapatkan pengamanan ketat dari Polresta Jogja. Puluhan anggota Sabhara diterjunkan untuk mencegah mereka bergerak menuju Tugu. Aksi dorong pun terjadi lantaran para demonstran tak terima mereka dicegat dengan alasan berpotensi menimbulkan kericuhan.

“Siapa yang berpotensi membuat konflik, kami atau mereka? Kenapa kami yang dijaga ketat?” lantang seorang demonstran.

Tak tahan dijaga ketat, anggota SPD pun sempat berusaha menerobos pengamanan. Aksi dorong pun terjadi meski tak berlangsung lama. Setelah beberapa saat melakukan perlawanan, Massa pun akhirnya memutuskan mundur dan membubarkan diri sekitar pukul 16.00.

Kapolresta Jogja Kombes Pri Hartono Eling Lelakon mengatakan pihaknya sengaja melakukan pengamanan karena potensi konflik yang besar bila kedua kubu demonstran bertemu. Terlebih keduanya membawa ideologi yang berbeda dan saling berseberangan

“Kita semua warga Jogja dan diajari utnuk menyelesaikan masalah dengan baik-baik. Saya tidak mau terjadi konflik di kemudian hari,” kata dia.