LONGSOR SLEMAN : Belasan Makam Di Minomartani Terancam Longsor

Sejumlah warga melihat kondisi makam di Pemakaman Sasana Mulya di Dusun Mlandangan, Minomartani, Ngaglik yang terancam longsor, Selasa (23/2/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
24 Februari 2016 05:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Longsor Sleman menimpa makam

Harianjogja.com, SLEMAN– Sebagian area pemakaman umum Sasana Mulya di Dusun Mlandangan, Minomartani, Ngaglik longsor. Longsor terjadi karena hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir di wilayah Sleman.

Longsor tersebut berdampak pada sejumlah makam ambles. Sebagian makam juga perlu dipindah lantaran ambrol. Kondisi itu terjadi karena talut yang ada di sebelah Sungai Kladongan tidak kuat menahan tanah yang ambles.

"Yang ambles awalnya di bagian sisi Timur pemakaman. Longsor sedikit demi sedikit. Itu sebelah timur Kali Kladongan," kata Juru rawat Kompleks Pemakaman Sasana Mulya, Paimin, Selasa (23/2/2016).

Dia menjelaskan, kondisi makam tersebut saat ini sudah penuh. Saking penuhnya, lahan yang berdekatan langsung dengan bibir kali juga digunakan. Akibatnya, daya tahan talut berkurang untuk menahan tanah di lokasi longsor.

"Karena tidak ada talut penahan akhirnya longsor. Itu sudah terjadi beberapa kali. Bahkan saat ini sejumlah makam yang berada di tepi terancam ambrol. Kami tambahkan bambu agar beberapa kijing tidak ambrol," tuturnya.

Dia menjelaskan, kompleks pemakaman tersebut awalnya hanya untuk warga Perumnas. Namun lama kelamaan banyak warga lain yang dimakamkan di lokasi tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, lahan yang bersebelahan dengan sungai pun digunakan sebagai area pemakaman.

"Sebenarnya di sisi timur sudah kami beri pondasi semen. Tapi karena hujan terlalu deras, pondasinya tidak kuat. Ambrol juga terjadi karena kondisi tanah gembur," katanya.

Dipindah

Menurut Paimin, area pemakaman tersebut berdiri sejak 1990 di tanah kas Desa Minomartani. Saat ini, belasan makam sudah dipindahkan oleh ahli waris ke sisi selatan kompleks pemakaman. Pemindahan dilakukan oleh masing-masing ahli waris setelah ambrol.

"Ada beberapa makam lagi yang rawan ambrol. Kami sudah meminta ahli waris untuk memindahkannya,” ujarnya.