Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Wisatawan di Pantai Baron Gunungkidul, Kamis (25/12/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pantai Baron dianggap telah padat sehingganelayan mendukung pengembagnan kawasan Pantai Luwen, Desa Kanigoro, Saptosari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Nelayan Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari mendukung rencana Pemerintah Kabupaten untuk mengembangkan kawasan Pantai Luwen, Desa Kanigoro, Saptosari sebagai dermaga tangkap ikan.
Harapannya pembangunan dilakukan secepatnya sehingga langsung bisa dipergunakan, mengingat kondisi Pantai Baron yang sudah semakin padat.
Ketua Kelompok Nelayan Baron, Sumargono mengakui tidak mempermasalahkan adanya rencana pemkab untuk melakukan penataan kawasan Baron. Lokasi yang dipilih untuk pengembangan berada di Pantai Luwen yang berada di sebelah barat Baron.
“Nelayan sudah mulai diajak diskusi mengenai rencana pembuatan dermaga tangkap di Luwen,” kata Margono, Selasa (24/2/2016).
Dia mengakui, kondisi di Baron tidak lagi mendukung untuk aktivitas nelayan. Pemanfaatan lahan yang berbagi dengan aktivitas pariwisata membuat lokasi ini jadi semakin padat. Kondisi itu belum ditambah jumlah kapal nelayan yang mencapai 100 unit lebih, sehingga membuat kawasan pantai menjadi penuh.
“Lokasinya sudah tidak memadai lagi, jadi kami mendukung rencana pemkab untuk membangun dermaga tangkap di Luwen,” ungkapnya.
Margono tidak menampik, upaya pembanguan masih bersifat rencana. Namun ia optimistis, hal tersebut bisa diwujudkan karena pemerintah dinilai serius untuk mewujudkan dermaga itu.
“Sudah disurvei beberapa kali, baik itu yang dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tommy Harahap, atau oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Agus Priyanto,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Gunungkidul Rujimanto. Namun demikian, ia berharap upaya penataan yang dilakukan di kawasan Pantai Baron tidak hanya asal pindah, tapi harus dikonsep dengan benar, sehingga nelayan tidak ada yang merasa dirugikan.
“Harus dikonsep dengan benar. Kalau bisa di dermaga itu bisa menampung kapal dengan ukuran 30 GT dan bukan hanya untuk kapal-kapal jukung,” kata Rujimanto.
Menurut dia, apabila rencana itu bisa diwujudkan, maka kawasan Pantai Luwen bisa menjadi pelabuhan kedua di Gunungkidul. Bahkan ia menilai di lokasi baru itu bisa mengalahkan keberadaan Pelabuhan Sadeng, karean dinilai lebih strategis. “Keuntungan lainnya, ongkos yang dikeluarkan nelayan juga akan lebih ringan,” imbuhnya.
Wacana pembangunan dermaga tangkap di Pantai Luwen diakui oleh Kepala DKP Gunungkidul Agus Priyanto. Namun demikian, Agus menegaskan bahwa rencana itu masih tahap awal yang ditandai dengan dilakukan kelayakan survei lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.