Perpustakaan Sudah Banyak Fasilitas, Tapi Jangan Tinggalkan Baca Buku

25 Februari 2016 16:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Perpustakaan sudah banyak fasilitas pendukung, namun kegiatan membaca buku diharapkan tetap bertahan

Harianjogja.com, KULONPROGO-Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku. Masyarakat juga bisa mengakses berbagai informasi dan pengetahuan melalui fasilitas media interaktif dan internet.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perpustaan dan Arsip Kabupaten Kulonprogo, Harminto, pada peresmian program Perpustakaan Seru atau Perpuseru, Rabu (24/2/2016).

Dia mengungkapkan jika perpustakaan sering menerima kunjungan rombongan pelajar dari berbagai sekolah. Mereka kemudian dikenalkan dengan sejumlah fasilitas pendukung yang ada, seperti ruang audio visual.

Menurut Harminto, masyarakat perlu tahu jika perpustakaan pun sanggup mengikuti perkembangan teknologi informasi. Perpustakaan menyediakan fasilitasi internet gratis bagi pengunjung yang ingin mencari bahan bacaan dari dunia maya. Koleksi video interaktif mengenai berbagai tema pengetahuan pun berusaha dilengkapi secara bertahap.

“Kami bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga terkait. Misalnya Polres untuk film tentang cara berlalu-lintas yang baik, bahaya narkoba, hingga upaya pencegahan tindak kriminal,” kata Harminto.

Perpuseru merupakan program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan swasta terkemuka. Tujuannya adalah mengembangkan perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

“Kami ingin pengguna perpustakaan bisa mengakses layanan TIK secara berkelanjutan. Hal itu juga perlu didukung kemampuan pustakawan dan staf perpustakaan dalam memberikan layanan,” ungkap fasilitator Perpuseru, Gema Hanggarsih Tiftazani.

Gema menambahkan, perpustakaan juga bisa lebih dioptimalkan sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat. Bentuknya bisa berupa diskusi kecil hingga seminar dan pelatihan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa hingga masyarakat umum.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo berpendapat materi pengetahuan yang disampaikan melalui video interaktif relatif lebih menarik perhatian. Visualisasi juga membuat materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Misalnya untuk menjelaskan apa bahayanya menggunakan handphone saat naik sepeda motor,” ujar Hasto.

Meski demikian, dia berharap kebiasaan membaca buku tidak ditinggalkan. Menurut Hasto, kebisaan membaca dan pilihan buku bacaan tidak hanya memengaruhi kualitas pengetahuan dan wawasan, tetapi juga kecakapan perilaku seseorang. “Baca dulu jika mau berbicara karena dirimu adalah yang kau baca,” ucap Hasto.