PROGRAM CSR : Laba Meningkat, Dana CSR Garuda Tembus Rp50 Miliar

Director of Finance and Risk Management PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (pangku balita) bersama dengan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi (pakai peci) saat berfoto bersama dengan sejumlah warga di Dusun Pringsanggar, Desa Purwodadi, Tepus. Jumat (26/2/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
28 Februari 2016 14:23 WIB Abdul Hamied Razak Gunungkidul Share :

Program CSR Garuda Indonesia terfokus untuk pengembangan pariwisata.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengalokasikan dana senilai Rp50 miliar untuk program corporate social responsibility (CSR). Rencananya bantuan tahun ini difokuskan untuk membantu daerah-daerah yang sedang konsen untuk pengembangan sektor kepariwisatan.

Director of Finance and Risk Management PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengakui, alokasi dana CSR tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan disbanding alokasi yang sama di tahun sebelumnya. Menurut dia, peningkatan anggaran yang disediakan tidak lepas dari jumlah keuntungan yang dibukukan Garuda.

“Tahun lalu hanya Rp2 miliar yang disediakan untuk CSR, karena kondisi keuangan sedang tidak baik. Tapi untuk saat ini [tahun 2016], kita mengalokasikan Rp50 miliar,” kata Askhara kepada Harian Jogja, usai memberikan bantuan alat kesehatan dan kebutuhan gizi ibu dan anak di Balai Dusun Pringsanggar, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Jumat (26/2/2016).

Dia menjelaskan, CSR Garuda dikemas dalam program bina lingkungan. Dalam program itu, ada tiga sektor yang disasar, yakni peningkatan kesehatan, pendidikan dan lingkungan.

“Kita akan terus bantu, karena ini merupakan program kemanusiaan yang rutin digelar perusahaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bantuan program di tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab program CSR diberikan ke daerah-daerah yang konsen dalam pengembangan pariwisata. Salah satu daerah yang mendapatkan bantuan adalah Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. “Masih banyak daerah laih, misalnya di Kota Saumlaki juga akan mendapatkan bantuan seperti di Tepus,” ungkapnya.

Menurut Askhara, konsen bantuan diberikan ke daerah-daerah wisata karena sektor ini juga bisa menampilkan potret sosial Indonesia. Dia mengatakan, tidak elok rasanya saat ada wisatawan yang berkunjung (khususnya dari luar negeri) melihat kekukumhan atau area kemiskinan di sekitar lokasi wisata.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengakui kesehatan masyarakat merupakan faktor penting dalam program pembangunan. Kendati demikian, urusan kesehatan tidak hanya masalah urusan medis, tapi juga berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan atau pola hidup bersih di masyarakat. “Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat penerima,” kata Immawan.

Selain berterimakasih atas bantuan CSR Garuda, Immawan membuka kesempatan bekerja sama dalam hal promosi wisata. Dia pun mengaku siap memberikan fasilitas agar wisata di Gunungkidul bisa hadir dalam katalog promosi di maskapai tersebut.