GERHANA MATAHARI : Warga di Jogja Bisa Melihat Gerhana Matahari

Ilustrasi gerhana matahari (Front Roll)
29 Februari 2016 07:21 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Gerhana matahari yang akan terjadi Rabu (9/3/2016) bisa dilihat di DIY

Harianjogja.com, JOGJA-Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengamatan gerhana matahari sebagian, yang terjadi pada Rabu (9/3/2016) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Staff Observasi Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika DIY, Nugroho Budi Wibowo menjelaskan, faktor cuaca saat pengamatan berlangsung menjadi satu hal yang tidak dapat dicegah. Padahal, pengamatan gerhana matahari dapat dilakukan dengan leluasa apabila saat pengamatan berlangsung, cuaca terlihat cerah dan produksi awan tidak terlalu tinggi.

"Kalau misalnya saat pengamatan terjadi mendung, atau produksi awan sangat aktif, maka pengamatan tidak akan optimal," ujarnya sebelum mengisi workshop 'Berteman dengan Gerhana', Minggu (28/2/2016).

Budi menambahkan untuk mengamati gerhana matahari, masyarakat jangan sampai melihat gerhana matahari dengan mata telanjang. Melainkan perlu menggunakan alat seperti kacamata matahari, teleskop dengan filter matahari, kacamata las yang lensanya berwarna pekat, atau dengan alat sederhana melalui lubang 'pinhole' buatan. Tidak disarankan pula melihat gerhana matahari dengan kacamata biasa tanpa dilapisi filter matahari.

"Jangan pula melihat fenomena gerhana matahari melalui pantulan air di dalam baskom. Karena itu sama saja dengan melihat gerhana melalui cermin, radiasi matahari yang mengenai mata kita tidak tereduksi," jelasnya.

Ia berharap, saat fenomena gerhana matahari berlangsung, masyarakat dapat melihat fenomena yang tidak setiap tahun melewati wilayah DIY tersebut, namun tetap mengikuti tata cara yang aman. Karena melihat gerhana matahari tanpa alat pelindung mata, akan beresiko menyebabkan kebutaan.

Sementara itu saat ditanya perihal prediksi cuaca pada 9 Maret 2016, Koordinator Stasiun Klimatologi Radar Cuaca BMKG DIY Joko Budiyono menerangkan, potensi terjadinya hujan di DIY diprediksi hingga Maret, dengan curah hujan tinggi terjadi pada siang hingga sore hari.

"Gerhana matahari terjadi pada pagi hari, sehingga kecenderungan kondisinya cerah hingga sedikit berawan," ungkap Joko.