Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Warga Baleharjo Gunungkidul serukan anti-pernikahan dini. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Pernikahan dini di Sleman mayoritas diajukan pelajar SMP
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 60% perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Sleman diajukan oleh pelajar usia SMP, berusia sekitar 14-15 tahun.
Kondisi tersebut terjadi selama tiga tahun terakhir sebaran wilayah pun hampir merata di seluruh Sleman. Padahal, syarat untuk menikah minimal berusia 19 tahun untuk laki-laki dan 16 untuk wanita.
Kasus kehamilan di luar nikah di Sleman tergolong tinggi. Selama 2015 lalu, 132 perkara dispensasi nikah diajukan ke Pengadilan Agama (PA) Sleman. Rata-rata kasus dispensasi nikah akibat kehamilan di luar nikah.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkara yang masuk selama 2014, sebanyak 115 perkara. Jumlahnya turun tiga perkara saja jika dibandingkan kasus yang terjadi selama 2013, sebanyak 135 kasus.
"Dominasi perkara yang diajukan akibat hamil lebih dulu. Hanya satu sampai dua perkara saja yang disebabkan faktor ekonomi," ujar Humas PA Sleman Marwoto, Minggu (28/2/2016).
"Yang mengajukan dispensasi nikah cenderung semakin muda. Kalau dulu didominasi anak-anak SMA, usia 16-18 tahun tapi sekarang sudah menyentuh pelajar SMP. Seperti kelas VIII dan IX SMP,” kata Marwoto.
Sebagai hakim, pihaknya sebenarnya mengaku serba salah. Jika mengizinkan dinilai tidak baik karena usianya masih anak-anak namun jika ditolak juga tidak baik lantaran masa depan anak yang dikandung.
Apalagi, seusia mereka masih belum bisa bekerja. Orangtua, katanya, akan dimintai kesediaan mendampingi anak-anaknya yang memang belum saatnya menikah tersebut.
Bukan saja soal pemenuhan kebutuhan materi, tapi juga memberikan pendampingan tentang cara berumah tangga yang baik. "Peran orangtua itu masuk dalam pertimbangan putusan kami bukan ke pokok perkara. Sebab mereka secara ekonomi belum mampu memenuhi nafkah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
RSUD Muntilan menguji Dashboard DIAMOND di empat instalasi untuk mengintegrasikan pelaporan, memantau kinerja, dan mendukung keputusan berbasis data.
Kapolri Suyudi Ario Seto memimpin sertijab Irwasum Polri dan empat Kapolda, termasuk pejabat baru untuk Metro Jaya, Maluku, Jatim, dan Bali.
Bulog menyebut harga gabah hingga Rp9.000 per kg dan terbatasnya panen memicu kenaikan harga beras. Sebanyak 300.000 ton beras premium disiapkan.
Kemenkeu mencatat realisasi bansos Rp115,8 triliun per September 2026, mencakup PKH, Kartu Sembako, PIP, KIP Kuliah, dan PBI JKN.
PSIM Jogja menjamu Persija Jakarta di SSA, Sabtu (10/10/2026), dengan misi meraih kemenangan pertama di Super League 2026/2027.