Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Kondisi gerusan air hujan yang mengancam perumahan Desaku Menanti di Dusun Doga, Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Rabu (13/2/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Desaku Menanti di Gunungkidul yang akan menjadi tempat penampungan gelandangan dan pengemis, kini mangkrak belum difungsikan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Puluhan rumah di Desaku Menanti Dusun Dogo Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul kini mangkrak, karena belum difungsikan.
Kawasan seluas lima hektare itu telah disiapkan Pemerintah DIY untuk 40 KK untuk penampungan gelandangan dan pengemis di wilayah DIY. Rumah tersebut sudah ditinjau oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada November 2015. Namun, hingga menjelang pertengahan 2016, pemukiman itu tidak juga ditempati.
Eri Aprianto, warga Dusun Doga mengungkapkan pemukiman tersebut belum juga ditempati, padahal dari sisi bangunan sudah jadi sejak akhir tahun lalu.
“Saya hanya dengar saja, tapi tidak tahu kebenarannya seperti apa? katanya bangunan itu masih bermasalah karena pendiriannya tidak memakai izin sehingga belum ditempati hingga sekarang,” ujarnya, Rabu (13/4/2016).
Dia pun hanya berharap agar segala permasalahan yang ada bisa diselesaikan sehingga pemukiman itu bisa difungsikan. Eri mengaku pendirian bangunan ini warga juga menjadi korban. Meski lahan yang digunakan merupakan lahan Sultan Ground, namun sebelum bangunan pemukiman didirikan, lahan tersebut digunakan warga sekitar untuk bercocoktanam.
“Jadi mohon agar segala masalah yang ada diselesaikan sehingga tempat itu tidak jadi mangkrak,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha saat dikonfirmasi mengenai program desaku menanti di Nglanggeran tidak mau berkomentar. Dia hanya menjawab tidak tahu saat ditanya mengenai pembangunan perumahan untuk gepeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Bangkok United resmi melepas Pratama Arhan usai kontrak berakhir. Bek Timnas Indonesia itu catat 15 laga di musim terakhirnya.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 23 Juni 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Mas Marrel serap aspirasi warga Purwosari soal air dan wisata kopi di Menoreh. Infrastruktur dan irigasi jadi perhatian utama.
Pemerintah luncurkan SPHP kedelai subsidi Rp2.000/kg untuk perajin tahu tempe. Kuota awal 250.000 ton dengan anggaran Rp500 miliar.
Revisi UU Hak Cipta diingatkan tak membatasi kreativitas digital. Regulasi harus lindungi kreator tanpa mengancam kebebasan berekspresi.