Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Sebuah tangki pengangkut air saat mengirimkan orderan bagi warga di Padukuhan Tlogowarak, Giripurwo, Minggu (14/6). /Foto istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul berdampak terhadap meningkatkanya permintaan air di masyarakat. Pengusaha tangki air kebanjiran order sehingga untuk memenuhi permintaan harus mengirim hingga tengah malam.
Salah seorang sopir tangki air di Kapanewon Purwosari, Sunardi mengatakan, pesanan tangki air di sisi barat Gunungkidul mulai meningkat karena bisa mengirim sepuluh tangki dalam sehari. Kondisi ini berbeda saat awal kemarau karena permintaan paling banyak hanya lima tangki per harinya.
“Total layanan tangki air di Panggang dan Purwosari ada sepuluh unit. Saat sekarang permintaannya sudah banyak, dibandingkan saat awal kemarau,” kata Sunardi, Selasa (16/6/2026).
Meningkatkan permintaan air bersih ini berdampak terhadap jam pelayanan. Ia mengakui, di awal-awal pengiriman hanya sampai sore, tapi saat sekarang bisa sampai pukul 23.00-24.00 WIB.
Menurut dia, jam pengiriman hingga tengah malam karena harus bolak balik mengisi air. Di sisi lain, juga harus mengisi BBM serta melakukan pengiriman ke lokasi rumah pemesan.
“Saya berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dan pengiriman terakhir bisa sampai jam 24.00 WIB,” katanya.
Disinggung mengenai harga jual, ia mengakui tarif disesuaikan dengan jarak dan kondisi akses di lokasi dituju. Apabila jarak tidak jauh dan aksesnya mudah, maka dipatok Rp150.000 per tangki.
Hanya saja, sambung Sunardi, harga ini bisa meningkat menjadi Rp200.000-250.000 per tangkinya karena disesuaikan dengan jarak dan medan yang dilewati. “Di Kalurahan Giripurwo dan Giricahyo, kalau medannya sulit, maka harga bisa mencapai Rp250.000 per tangki,” katanya.
Terpisah, Panewu Purwosari, Subiyantoro mengatakan, wilayahnya termasuk daerah yang terkena dampak musim kemarau karena ada warga di sejumlah kalurahan yang kesulitan mendapatkan air bersih. Oleh karena itu, pihaknya rutin tiap tahun mengalokasikan anggaran droping ke warga yang membutuhkan.
Total anggaran yang disediakan di 2026 sebesar Rp79,6 juta. Meski demikian, ia mengakui hingga sekarang belum menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat. “Masih belum karena penyalurah baru dilaksanakan mulai Juli mendatang. Biasanya fokus bantuan dilakukan untuk warga di Kalurahan Giripurwo dan Giricahyo,” kata Subiyantoro. (David Kurniawan)
Foto istimewa
Sebuah tangki pengangkut air saat mengirimkan orderan bagi warga di Padukuhan Tlogowarak, Giripurwo, Minggu (14/6). /Foto istimewa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.
Bakom menegaskan tata letak Sidang Kabinet Paripurna dirancang untuk memudahkan arahan Presiden Prabowo, bukan terkait kedudukan Wapres Gibran.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti menilai terdapat dugaan penggunaan skema safe house dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.