Izin Vila dan Homestay di Gunungkidul Terus Bertambah, Ini Datanya
DPMPTSP Gunungkidul mencatat 62 izin homestay dan 83 izin vila sejak 2021. Pariwisata menjadi salah satu pendorong investasi penginapan.
Sejumlah pemandu saat mengatur wisatawan yang akan menyusuri Gua Pindul, Sabtu (2/1/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul kaya, tetapi belum sesuai rencana
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyadari upaya menjadikan Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo sebagai wisata dengan minat khusus belum terelaisasi.Objek ini masih bersifat mass tourism dan belum ada pembatasan jumlah pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Saryanto mengatakan, butuh kerja ekstra keras untuk mewujudkan Gua Pindul sebagai wisata minat khusus. Saat ini pengelolaan masih mementingkan aspek bisnis semata, di mana kelestarian lingkungan hingga konservasi di sekitar obyek belum diperhatikan.
Dia tidak memungkiri, pengelolaan yang asal-asalan bisa berdampak terhadap keberadaan obyek tersebut. Bukti bahwa pengelolaan masih mementingkan segi bisnis bisa dilihat belum adanya pembatasan jumlah pengunjung yang masuk. Padahal dari sisi wacana, upaya ini sudah diserukan sejak lama.
“Masih sebagai mass tourism, dimana pengunjung yang datang maka seluruhnya akan dimasukan,” kata Sariyanto menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Rabu (20/4/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMPTSP Gunungkidul mencatat 62 izin homestay dan 83 izin vila sejak 2021. Pariwisata menjadi salah satu pendorong investasi penginapan.
JJLS Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka untuk umum pada 2027. Kelok 23 akan dilengkapi rest area, gardu pandang, dan patung ikonik.
Ketua DPD PSI Kota Jogja, Heri Nugroho, menyesalkan penurunan foto Wapres Gibran di Ruang Banggar DPRD DIY dan meminta aparat menindaklanjuti.
Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman. Bulog mencatat cadangan 4,5 juta ton dan serapan gabah lebih dari 4,4 juta ton.
Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan ormas menyampaikan lima tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.