KEBAKARAN PASAR BENDUNGAN : Pedagang Ingin Dipindah Setelah Lebaran

Beberapa pedagang Pasar Bendungan sudah mulai berjualan kembali di lokasi sebelumnya, Kamis(19/5/2016). Para pedagang mengaku belum mendapatkan kepastian akan penangguhan angsuran yang diajukan ke bank dan minimnya perhatian pemerintah akan hal tersebut. (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
23 Mei 2016 17:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Kebakaran Pasar Bendungan membuat pedagang terpaksa berjualan di okasi darurat

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pedagang Pasar Bandungan menyatakan bersedia dipindah ke pasar darurat seusai Idul Fitri. Masa Idul Fitri dianggap sebagai momen untuk memperbaiki kondisi perekonomian mereka pasca kebakaran.

Suprat, salah satu pemilik toko kelontong Pasar Bendungan mengatakan bahwa ia hanya bersedia dipindah setelah masa Idul Fitri selesai.

Menurutnya, geliat perekonomian akan meningkat selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri sehingga paling tidak bisa mengembalikan modalnya yang habis dalam musibah kebakaran beberapa waktu. “Saya mau dipindah asal setelah Lebaran,” ujarnya ada Minggu (22/5/2016).

Pasalnya, lokasi pasar darurat yang di bangunan Pemkab Kulonprogo menurutnya tidak menjanjikan. Pasar darurat yang masih dalam tahap pembanguan tersebut terletak jauh dari jalan raya dan memiliki akses masuk yang terbatas.

Terlebih lagi, Suprat telah mengeluarkan biaya lebih untuk memperbaiki serta mengisi dagangan di tokonya lagi. Toko miliknya yang berada di bagian timur Pasar Bendungan tidak terbakar seluruhnya sehingga memungkinkan untuk digunakan lagi dengan sedikit perbaikan. Ia mengakui jika sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp4juta untuk renovasi dinding, cat, serta atap tokonya.

Ia menyayangkan sikap pemerintah yang menurutnya tidak konsisten. Suprat mengatakan bahwa sebelumnya pedagang yang tokonya masih memadai diperbolehkan untuk tetap menepati lokasinya tanpa harus dipindagh ke pasar darurat. Kini, tersiar kabar bahwa semua pedagang akan diminta pindah ke lokasi pasar darurat.

Meski demikian, Suprat juga mensyaratkan jika semua pedagang harus ikut dipindah ke pasar darurat tersebut. Dikhawatirkan, jika semua pedagang tidak dipindah maka konsumen akan memilih berbelanja di area yang berdekatan dengan jalan. Sedangkan para pedagang yang berada di pasar darurat tersebut akan sepi dari pembeli.

Ia sendiri akan bersedia untuk ikut pindah asalkan setelah Idul Fitri. Menurutnya, keuntungan nerdagang setelah Idul Fitri paling tidak bisa menutup biaya yang dikeluarkannya untuk renovasi sederhana yang dilakukan di tokonya.

Zainal, salah satu pedagang makanan ringan di Pasar Bendungan berharap pemindahan tersebut akan dilakukan setelah Idul Fitri. Alasan yang dipaparkannya pun serupa dengan yang diutarakan Suprat. Hanya saja, ia mempertanyakan kebijakan Pemkab Kulonprogo yang sebelumnya mengatakan bahwa pedagang yang tokonya tidak ludes tetap boleh berdagang di tempatnya semula.