Advertisement
KEKERASAN BANTUL : Santri Alami Kekerasan, Dari Scoot Jump hingga Menendang
Advertisement
Kekerasan Bantul, akhirnya santri yang alami kekerasan menemui DPRD setempat.
Harianjogja.com, BANTUL -- Didampingi orang tua, guru dan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), sejumlah santri dari Pondok Pesantren Asy-Syifa Bambanglipuro mengadu ke komisi D DPRD Bantul, Selasa (24/5/2016). Para santri ini mengadukan tindakan kekerasan yang mereka alami dari salah satu oknum pengasuh pondok pesantren selama masih menjadi santri.
Advertisement
(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/05/23/kekerasan-bantul-alami-penganiayaan-santri-mengadu-ke-dewan-722230">KEKERASAN BANTUL : Alami Penganiayaan, Santri Mengadu ke Dewan)
Salah satu santri bernama Prastowo dalam kunjungan mereka ke gedung komisi D DPRD Bantul menjelaskan bagaimana kronologis terjadinya kekerasan yang mereka alami, ia menjelaskan bagaimana salah satu ustad tersebut seringkali memberikan hukuman yang sangat berlebihan.
“Ustad tersebut seringkali memukul, menendang, dan memberikan hukuman seperti scoot jump,” papar Prastowo, Selasa (24/5/2016).
Meskipun dengan dalih memberikan hukuman karena para santri tersebut melakukan kesalahan, para orang tua dan lembaga pendamping LKCI menilai kejadian tersebut sudah termasuk salah satu tindakan penganiayan yang sangat tidak sesuai dengan norma pendidikan dan agama yang sangat diutamakan di pondok pesantren.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Siagakan Contraflow, Tol Jogja-Solo Jadi Andalan Mudik Lebaran 2026
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Februari 2026, Ini Lokasinya
- Kelurahan Bumijo Perkuat Pengolahan Sampah Lewat Biopori dan Ayam
- KA Bandara YIA Kembali Beroperasi, Ini Jadwal Lengkap Selasa
- Jadwal SIM Keliling Bantul Selasa 3 Februari 2026, Ini Lokasinya
Advertisement
Advertisement




