GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Internet "Selamatkan" Nelayan

Sejumlah nelayan sedang berusaha menyelamatkan kapal agar tidak terseret arus di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari. Akibat adanya gelombang tinggi berdampak terhadap kerusakan kapal dan tempat berjualan milik pedagang. Selasa (24/5/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
24 Mei 2016 23:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Gelombang tinggi pantai Selatan paling parah terjadi di Pantai Baron.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Gelombang tinggi Pantai Selatan kembali terjadi. Puluhan kapal mengalami kerusakan dan puluhan lapak dan gazebo milik pedagang hanyut terbawa arus akibat peristiwa ini. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Menurut seorang nelayan di Pantai Baron, Wasiyo, peningkatan tinggi gelombang sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu. Namun puncaknya baru terjadi pada Senin malam (23/5/2016) dan kemarin pagi (24/5/2016). Wasiyo pun berharap agar ombak besar segera mereda sehingga nelayan bisa kembali beraktivitas.

“Kalau seperti ini jelas kami tidak bisa melaut,” katanya sambil mengaitkan sebuah tali ke tiang di Tempat Pelelangan Ikan di Baron dengan harapan agar kapal bisa tertahan sehingga tidak terseret ke tengah.

Hal senada diungkapkan oleh Lastri, salah seorang pedagang di Pantai Baron. Menurut dia, gelombang pasang sudah lazim terjadi karena hampir setiap tahun ada. Bahkan para nelayan pun sudah hafal, memasuki musim pertama dalam sistem penanggalan jawa (sekitar Mei-Juni dalam kalender nasional) akan terjadi gelombang tinggi.

“Apapun itu kami tetap khawatir dan mudah-mudahan tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Lastri.

Menurut dia, selain bedasar pada pengalaman, para nelayan terbantu dengan keberadaan teknologi. Pasalnya keberadaan internet juga sangat membantu karena bisa melihat prakiraan cuaca dalam beberapa hari ke depan.

“Untuk saat ini  tingginya sekitar 5 meter. Namun berdasar ramalan cuaca dari internet di akhir bulan nanti masih akan ada gelombang tinggi,” katanya.