Residivis Pembacokan Solo Ditangkap, Korban Remaja Terluka
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.
Pendidikan Gunungkidul, belum seluruh siswa mengakses wajar 12 tahun.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Hingga saat ini, masih ada sekitar 16% di Gunungkidul yang belum melanjutkan pendidikan (wajar) 12 tahun. Adapun pemerintah menargetkan jumlah siswa tidak sekolah menjadi 14 persen.
Sekretaris Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid menyampaikan dari 10.244 siswa SMP/MTs di wilayah tersebut, sekitar 16% atau 1.400 siswa yang belum sekolah.
Disdikpora berupaya melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait program wajib belajar 12 tahun.
"Kepada pihak keluarga kami juga berikan pemahaman agar memiliki kesadaran untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi," pungkasnya.
Sekolah Bersaing Tingkatkan Kualitas
Lebih lanjut, Bahron Rasyid mengungkapkan terdapat dua persoalan yang kini dihadapi SMA dan SMK serta SMA Swasta dan SMA Negeri. Pertama minat siswa SMP/MTS di Gunungkdul lebih memilih melanjutkan ke SMK karena dapat langsung bekerja. Kedua persaingan antara SMA Swasta dan SMA Negeri.
Kenyataannya selama ini jenjang SMA baik Swasta maupun Negeri di Gunungkidul masih sama-sama kekurangan murid. Tak terkecuali SMA Negeri yang berada di pinggiran kota seperti SMA Semanu, SMA Panggang, SMA Rongkop masih kekurangan murid setiap tahun ajaran baru.
Bahron menuturkan, pada tahun 2016 lulusan SMP/MTS hanya berjumlah 10.244 siswa, sedangkan formasi SMA/SMK/MA sudah mencapai 13.000 kuota. Alhasul tetap ada SMA/SMK/MA yang tidak kebagian siswa.
Kondisi tersebut akan memicu kompetisi yang kuat di antara masing-masing penyelenggara pendidikan.
Sekolah pun terpacu memperbaiki layanan pendidikan agar dapat menarik minat siswa didik untuk mendaftar sekolah di sekolah mereka.
Sejauh ini bantuan pemerintah seperti dana BOS tetap diberikan pada porsi yang sama setiap sekolah, sehingga tidak perlu khawatir akan perbedaan fasilitas pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.
KPP Pratama Bantul menyita tiga kendaraan operasional milik perusahaan dengan tunggakan pajak Rp17 miliar setelah proses penagihan sesuai aturan.
JTT mencatat 149.389 kendaraan melintas GT Cikampek Utama saat libur Idul Adha, naik 32% dibanding kondisi normal.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dengan tarif Rp8.000. Simak jam keberangkatan lengkap dari Yogyakarta hingga Palur untuk perjalanan lebih praktis.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.