RAZIA KENDARAAN KULONPROGO : Sanksi Tilang Semakin Banyak

ilustrasi razia (JIBI/Solopos - dok)
27 Mei 2016 10:03 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Razia kendaraan di Kulonprogo membutikan pelanggaran lalu lintas semakin banyak terjadi

Harianjogja.com, KULONPROGO-Operasi Patuh Progo 2016 yang dimulai sejak Senin (16/5/2016) pekan lalu masih berjalan hingga Minggu (29/5/2016) mendatang.

Meski demikian, Polres Kulonprogo telah mencatat adanya peningkatan tindakan pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Kulonprogo, AKP Imam Bukhori mengatakan, petugas telah memberikan sanksi tilang sebanyak 1.007 kali hingga Kamis (26/5/2016). Angka tersebut naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 736 sanksi tilang.

Selain itu, petugas juga memberikan 148 sanksi berupa teguran, lebih sedikit dari pada tahun lalu yang mencapai 207 teguran. “Padahal ini baru 11 hari,” ujar Imam, Kamis siang.

Menurut Imam, ketidakpatuhan terhadap peraturan lalu lintas berpotensi menimbulkan kecelakaan. Dia lalu mengungkapkan, sebanyak sembilan kecelakaan lalu lintas telah terjadi selama 11 hari terakhir sehingga ada kemungkinan bakal lebih sedikit dibanding operasi patuh progo 2015 yang mencapai 16 kejadian. Namun, korban meninggal dunia tercatat lebih banyak, yaitu dari satu orang menjadi dua orang.

Imam memaparkan, kebanyakan kecelakaan terjadi menjelang petang dan malam hari. Selain badan jalan yang sebagian dalam kondisi bergelombang, kurangnya fasilitas penerangan juga dinilai meningkatkan kerawanan.

Hal itu kemudian berusaha diatasi dengan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Kulonprogo. Selain penerangan jalan umum (PJU), Imam berpendapat perlu juga dipasang rambu lalu lintas tambahan di beberapa titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Andreas Deddy Wijaya menyatakan, operasi patuh progo dilaksanakan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (kamseltibcar) dalam berlalu lintas.

Kegiatan serupa nantinya juga dilakukan saat masa ramadan hingga lebaran. “Mobilitas masyarakat akan semakin meningkat sejak menjelang ramadan hingga lebaran nanti,” kata Andreas.