HIBAH KONI JOGJA : Pakar : Pemkot Perlu Segara Cabut Jabatan Sukamto

Suasana sidang korupsi KONI Jogja (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
28 Mei 2016 11:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Hibah Koni Jogja telah diputuskan hakim.

Harianjogja.com, JOGJA -- Kepala Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Jogja, Sukamto dinilai memanipulasi dan bersalah dalam kasus korupsi dana hiban Komite Olah Raga Nasional Indonesi (KONI) Kot Jogja.

Sukamto dinilai memanipulasi kegiatan tanpa diketahui pengurus KONI seperti pembangunan pusat latihan atlet daerah (PPLPD), pengadaan sarana dan prasarana olahraga, dan bantuan kelompok masyarakat. Kerugian negara Rp900 juta terdiri dari Rp800 juta untuk kelompok masyarakat yang tidak berhak menerima, dan Rp100 juta digunakan untuk kepentingan pribadi yang diklaim Sukamto dibelikan matras untuk alas latihan olahraga Taekwondo.

Sementara Sukamto menyatakan akan mengajukan upaya hukum banding atas putusan tersebut. Ia merasa tidak melakukan korupsi seperti yang dituduhkan.

"Saya justru ingin menyelamatkan keuangan negara yang dikorupsi oknum KONI," katanya.

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainurrohman mendorong walikota Jogja mengambil sikap untuk mencopot jabatan Sukamto dari Kepala Kesbang Kota Jogja, sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Bahkan, kata dia, secara etika ketika pejabat negara terkena kasus korupsi yang masih dalam proses persidangan pun sejatinya harus mengundurkan diri atau berhenti sementara.

"Bagaimana mungkin seorang pejabat negara yang dalam proses hukum bisa fokus dalam tugasnya melayani masyarakat," kata Zainurrohman.