PASAR MURAH : Jelang Ramadan, Pasar Murah Digelar Keliling DIY

Operasi pasar oleh Bulog Divre DIY di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (25/5/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
31 Mei 2016 10:53 WIB Gunungkidul Share :

Pasar murah digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) DIY menjelang bulan Ramadan ini

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Satu pekan jelang Ramadhan, Pasar murah digelar di halaman Kecamatan Wonosari selama dua hari, 30-31 Mei. Giat tersebut diperuntukkan bagi 200 KK miskin yang berada di Kecamatan Wonosari.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) DIY, Eko Witoyo mengungkapkan Pasar murah di Wonosari merupakan giat yang pertama diadakan di DIY tahun ini. S

elanjutnya akan ada empat pasar murah lainnya yang akan diselenggarakan di Kabupaten Bantul dan Kulonprogo. Untuk Gunungkidul sendiri akan mensubsidi sebanyak 400 KK di dua Kecamatan yakni Wonosari dan Pathuk, sehingga total ada 1.200 KK di DIY yang akan menerima bantuan.

"Kamis [2/6/2016] dan Jumat [3/6/2016] minggu ini akan diselenggarakan di Patuk," kata dia Senin (30/5/2016).

Eko melanjutkan bahwa kegiatan pasar murah tersebut dilaksanakan lantaran melihat trend harga kebutuhan pokok yang selalu merangkak naik setiap menjelang puasa dan lebaran. Hal tersebut membuat semakin tidak terjangkaunya penduduk untuk memenuhi kebutuhan.

Untuk itu, giat pasar murah dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat khususnya keluarga miskin dengan menjual bahan pokok di bawah harga pasar. Pihaknya bekerjasama dengan Bank Indonesia Yogyakarta memberikan bantuan kepada masyarakat berupa subsidi lima jenis komoditas. Total subsidi yang diberikan yakni sebesar Rp.50.000 setiap KK.

"Beras tiga kg seharga Rp28.500 disubsidi Rp18.500 sehingga hanya dijual Rp10.000 saja, Daging ayam setengah kg normalnya Rp12.500 setelah diberi subsidi Rp7.500 akan menjadi Rp5.000," kata dia.

Gula Pasir satu kg dengan harga di pasar Rp13.000 per kg dijual Rp5.000, Minyak goreng satu liter normalnya Rp10.950 dijual dengan harga Rp4.950, Sedangkan telur ayam ras satu kg seharga pasaran yakni Rp20.000 dijual Rp10.000.

Eko melanjutkan bahwa yang berhak mendapatkan bantuan subsidi tersebut berdasarkan kewenangan pihak kecamatan masing-masing. Dinas hanya sebagai penyelenggara.