Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Harga kebutuhan pokok untuk komoditas daging sapi stabil tinggi, namun tidak sejalan dengan harga sapi hidup yang turun
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Tingginya harga daging sapi ternyata tidak diiringi harga hewan. Sejumlah pedagang di Pasar Hewan Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Playen mengakui bahwa harga sapi malah menurun di kisaran Rp500.000 per ekor.
Para pedagang pun tidak tahun apa yang jadi penyebabnya. Namun kondisi itu sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Salah seorang pedagang sapi di Pasar Siyono, Suratno mengakui adanya penurunan harga.
Biasanya untuk sapi yang siap potong dijual Rp12,5 hingga Rp16 jutaan. Namun sejak beberapa minggu ini harganya menurun hingga kisaran Rp500.000 per ekornya. “Harga sapi tidak bagus karena harganya tidak bagus seperti dagingnya,” kata Suratno, Rabu (8/6/2016).
Meski adanya penurunan harga, ia tidak mau beralih dagangan dari sapi ke penjualan daging. Sebab untuk penjualan daging biasanya dilakukan oleh pedagang tertentu. Adapun pertimbangan lainnya, apabila dilakukan penyembelihan, para pemilik sapi butuh waktu lebih lama lagi untuk memasarkan barang dagangan.
“Kalau berbentuk sapi lebih cepat karena bisa langsung dijual. Sedang untuk daging, selain harus memotong juga harus menunggu banyak pembeli agar dagangan habis,” katanya.
Hal senada diungkapkan Giman, pedagang sapi asal Semin. Menurut dia, meski harga daging sapi sedang tinggi, namun hal tersebut tidak berlaku pada hewannya. Dia mengatakan, untuk sapi siap potong dengan ukuran besar, biasanya dipasarkan di harga Rp16 juta. Namun untuk saat ini, penjualnnya tidak sampai seharga itu, karena bisa lebih murah. “Memang harganya sedang turun,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Agung Gunawan, salah seorang peternak sapi di Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek, Wonosari. menurut dia, harga sapi sedang tidak bagus. Dia mencontohkan, enam bulan lalu ia membeli sapi seharga Rp14 juta, namun untuk saat ini harganya tidak jauh beda.
Menurut Agung, kondisi ini jelas sangat merugikan, karena selama kurun waktu itu harus melakukan pemeliharaan dengan memberikan pakan dan kebutuhan lainnya.
Padahal untuk mencukupi kebutuhan pakan tidak didapatkan secara gratis. Jadi saat dijual dengan harga sama maka akan mengalami kerugian. “Tidak hanya dari materi, tapi juga akan mengalami kerugian tenaga untuk pemeliharaan,” katanya.
Sementara itu, pantauan harga daging di Pasar Argosari, Wonosari menunjukan penurunan. Salah seorang pedagang, Sri Hartini mengatakan, harga daging saat ini dipasarkan Rp118.000 per kilogram. Harga ini mengalami penurunan karena beberapa waktu lalu harganya sempat tembus Rp125.000 per kilonya. “Ada penurunan, tapi tidak dalam jumlah yang banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.
Waspadai pinjol ilegal dan spam. Simak 3 cara blokir nomor HP tak dikenal di Android, iPhone, dan GetContact. Lindungi saldo rekening Anda
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
Belanja OnlyFans di Singapura diperkirakan mencapai US$18,8 juta pada 2026, tertinggi di Asia untuk pengeluaran per 10.000 orang dewasa.