LEBARAN 2016 : THR Belum Dibayar, Karyawan Demo Perusahaan

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su - Files (SINGAPORE / Tags: BUSINESS)
30 Juni 2016 21:55 WIB Sunartono Sleman Share :

Lebaran 2016, sebuah perusahaan di Sleman belum mencairkan THR

Harianjogja.com, SLEMAN - Ratusan karyawan PT Starlight Prime Thermoplas melakukan demonstrasi di gerbang pabrik di kawasan Jalan Magelang, Km. 17, Tempel, Sleman, Kamis (30/6/2016) sore. Mereka menuntut manajemen perusahaan produsen plastik mika itu untuk segera mencairkan tunjangan hari raya (THR) yang hingga H-6 Lebaran 2016 ini belum dibayarkan.

Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), Kirnadi menjelaskan, berkaitan dengan tuntutan karyawan  PT Starlight Prime Thermoplas, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Disnakersos Sleman, tetapi belum ada kesepakatan. Alhasil, ratusan karyawan itu menuntut pencairan THR secepatnya, tetapi perusahaan hingga kemarin belum menjalankan kewajiban. Karena pembayaran dinilai telat, karyawan menuntut agar pembayaran THR ditambah denda lima persen. Hal itu sesuai Peraturan Kementerian Tenaga Kerja (Permenaker) 2/2016.

"Sampai saat ini [kemarin] perusahaan belum menunaikan kewajiban. Bahkan ada 68 pegawai yang dirumahkan dengan hanya menerima THR 50 persen dari gaji mereka," terang Kinardi di sela-sela demo, Kamis (30/6/2016).