Brandu Masih Ditemukan di Gunungkidul, Pemkab Siapkan Kompensasi Ternak Mati
Praktik brandu masih ditemukan di Gunungkidul. Pemkab memperkuat edukasi dan menyiapkan kompensasi bagi ternak yang mati akibat penyakit menular.
Kendaraan Angkutan Pedesaan terlihat keluar dari Terminal Semin. Meski sudah ada kendaraan yang masuk ke terminal, namun sampai sekarang Pemkab Gunungkidul belum membuka terminal secara resmi. Senin (26/9/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Terminal Semin kemungkinan belum dapat diresmikan akhir tahun ini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Peresmian Terminal Tipe C Semin yang dijadwalkan akhir tahun ini kemungkinan molor. Sebab penyempurnaan bangunan dan penambahan fasilitas urung bisa dilakukan di tahun ini.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/07/04/infrastruktur-gunungkidul-hari-ini-terminal-semin-mulai-diujicoba-734866">INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Hari Ini, Terminal Semin Mulai Diujicoba)
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Sunarjo mengatakan, meski belum resmi dibuka, keberadaan Terminal Semin sudah mulai difungsikan. Hanya saja, operasional tersebut masih sebatas uji coba yang dilakukan sejak awal Juli lalu.
Dia menjelaskan, dari uji coba ini masih ada beberapa catatan yang harus disempurnakan, misalnya masalah lampu penerangan halaman terminal, toilet, papan nama terminal hingga pembangunan pagar sisi selatan. Untuk proses penyempurnaan, Sunarjo sudah melakukan estimasi anggaran dan proses tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp200 juta.
Namun alokasi ini sepertinya tidak bisa disediakan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2016. Hal itu terjadi karena adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Sebagai dampaknya, masing-masing SKPD harus melakukan rasionalisasi terhadap program kegiatan yang dimiliki.
“Anggarannya tidak ada, malahan dari rasionalisasi itu ada program kami yang dihilangkan,” kata Sunarjo kepada Harianjogja.com, Senin (26/9/3026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Praktik brandu masih ditemukan di Gunungkidul. Pemkab memperkuat edukasi dan menyiapkan kompensasi bagi ternak yang mati akibat penyakit menular.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.
The Social Reckoning karya Aaron Sorkin mengungkap sisi gelap Facebook, algoritma, dan The Facebook Files melalui Frances Haugen dan Jeff Horwitz.
Indonesia membangun ekosistem plasma nasional untuk memenuhi kebutuhan obat derivat plasma dan mengurangi ketergantungan impor.