Investor China Bangun Apartemen Rp1,25 Triliun di IKN
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
Subagyo, salah seorang petani di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari bersama pertanian bawang merah yang akan menuju masa panen, Selasa (27/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Gunungkidul untuk bawang merah disebut tetap akan alami panen raya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Intensitas hujan yang tinggi dalam satu minggu terkahir tak membuat petani bawang merah di Wonosari khawatir akan gagal panen. Sebab petani melakukan sejumlah perawatan agar hasil panen dapat maksimal.
Salah seorang petani bawang merah di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Subagyo mengatakan pihaknya terus melakukan perawatan dan memberikan perhatian khusus untuk tanaman bawang merah di atas areal sawah seluas 2000 meter persegi miliknya. Hujan yang datang secara terus menerus jika dibiarkan akan membuat umbi bawang merah menjadi busuk sehingga terancam gagal panen.
“Harus diperhatikan secara baik untuk pertumbuhannya. Hal itu untuk menjaga agar panen dapat maksimal,” kata Subagyo, Selasa (27/9/2016).
Ia menjelaskan, salah satu metode yang ia gunakan untuk menjaga kualitas bawang merah yang ia tanam yakni dengan menyiram tanaman secara rutin setiap hari. Ia tak menampik bahwa air hujan yang turun memang cukup membuat tanah menjadi basah. Namun hal tersebut menurutnya tidak akan baik untuk kandungan tanah sebagai media tanam bawang merah.
Air hujan mengandung kadar asam yang cukup tinggi sehingga akan merusak bawang merah. Oleh karena itu, setiap hari Subagyo mesti menyiram tanaman dengan air sumur agar dapat menetralisir kandungan asam yang dibawa oleh air hujan. Demi melancarkan upayanya tersebut, ia membuat sebuah pipa di tengah ladang untuk mengalirkan air sumur yang kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.
“Setiap hari ke ladang untuk sirami tanaman, apalagi setiap habis turun hujan,” kata dia.
Dengan luas tanah 2.000 meter persegi tersebut dikatakannya mampu memanen sekitar satu kuintal bawang merah. Pada saat ini harga jual bawang merah cukup tinggi, sehingga Subagyo membutuhkan upaya yang cukup keras untuk mempertahankan kualitas baik pada tanaman bawang merah agar hasil panen dapat maksimal.
“Ini tinggal menunggu sepuluh hari lagi untuk bisa dipanen dan mudah-mudahan hasilnya maksimal meski hujan terus menerus,” kata dia.
Salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Sumarsih mengatakan bahwa saat ini harga komoditas bawang merah cukup tinggi di pasaran. Ia menyebutkan harga bawang merah sempat mengalami kenaikan dari harga sebelumnya yakni Rp35.000 menjadi Rp38.000 untuk kualitas bawang merah yang paling bagus.
“karena cuacanya kurang baik pasokan jadi sedikit, sehingga menyebabkan harga naik cukup tinggi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.