PDAM Gunungkidul Perbarui Pipa Sepanjang 600 Meter

Seorang pesepeda sedang melintas di jalur pemasangan pipa baru milik PDAM Tirta Handayani di Jalan Taman Bhakti, Wonosari, Kamis (29/9/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
01 Oktober 2016 15:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

PDAM Gunungkidul melakukan permbaharuan pipa sepanjang 600 meter

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani mulai melakukan jalur instalasi perpipaan di Kota Wonosari. Adapun proses pergantian tahun ini baru menyasar sepanjang sepanjang 600 meter, berkat bantuan dari Satuan Kerja (Satker) Peningkatan Kinerja Penyediaan Air Minum (PK Pam) DIY.

Sayangnya bantuan ini belum bisa menggantikan sistem perpipaan perkotaan yang telah usang dan rusak. Data dari PDAM,  sistem perpipaan yang rusak sepanjang empat kilometer.

Kerusakan disebabkan pipa sudah tua sehingga mudah rusak. Masalah lain muncul bahan pipa yang terbuat dari asbes, di masa sekarang tidak lagi diproduksi sehingga menyulitkan dalam proses perbaikan saat ada kerusakan.

“Kita satu-satunya PDAM yang masih menggunakan pipa berbahan asbes, karena perusahaan lain sudah mengganti dengan bahan yang lebih baik seperti pipa PVC atau besi,” kata Direktur PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibriyanto kepada Harianjogja.com, Jumat (30/9/2016).

Dia menjelaskan, sejak 2014 lalu sudah buat perencanaan peremajaan jalur perpipaan di perkotaan. Adapun estimasi biaya perbaikan yang dibutuhkan mencapai Rp10 miliar. Dana itu dibutuhkan untuk peremajaan sepanjang empat kilometer di Kota Wonosari.

Bersambung halaman 2

Hanya saja, kata Isnawan, meski perencanaan sudah dilakukan sejak dua tahun lalu, namun upaya peremajaan baru dilakukan mulai tahun ini dengan mendapatkan bantuan dari Satker PK PAM DIY.

Diakuinya, untuk proses perbaikan PDAM tidak bisa melakukan secara swadaya. Penyebabnya, dana hasil pengelolaan pajak air hanya mencukupi untuk kebutuhan operasional.

“Kalau kami jelas tidak bisa melakukan perbaikan sendiri. Oleh karenanya, upaya itu dilakukan dengan mencari bantuan baik ke pemkab, satker hingga pemerintah pusat,” katanya lagi.

Menurut dia, dampak dari adanya pipa yang sudah tua membuat pelayanan air ke konsumen kurang maksimal. Ini lantaran, bahan pipa yang terbuat dari asbes mudah sekali pecah saat terkena beban berlebihan. “Kami mohon maaf kalau setiap hari ada perbaikan sehingga pelayanan air jadi kurang lancar,” ungkapnya.

Isnawan pun berharap dengan peremajaan pipa di Jalan Taman Bhakti bisa menjadi solusi, meski proses pergantian belum mencakup ke seluruh wilayah. “Yang diganti baru 600 meter saja, sedang data kami yang butuh perbaikan sepanjang empat kilometer,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto mengakui, untuk peremajaan jalur pipa perkotaan milik PDAM terhitung berat. Pasalnya, kemapuan anggaran yang dimiliki pemkab sangat terbatas. “Jelas untuk saat ini, pemkab tidak bisa membantu,” katanya.

Meski sulit untuk merealisasikan peremajaan tersebut, dia pun berharap hal tersebut jangan dijadikan sebagai alasan untuk tidak memberikan pelayanan yang terbaik ke konsumen.

“Memang untuk pengembangan ada bantuan hibah Rp3,5 miliar dari pusat, tapi itu tidak bisa digunakan untuk sembarangan karena harus sesuai peruntukan,” tutur Purwanto.