Rupiah Melemah, Harga Gadget hingga Tiket Pesawat Terancam Naik
Rupiah melemah mendekati Rp18.000 per dolar AS. Smartphone, laptop, kendaraan, pangan impor hingga tiket pesawat berpotensi mengalami kenaikan harga jika tekana
Pasangan pedansa Gunungkidul yang akan berlaga pada PON 2016 september mendatang, Athaya Hanum Mahira (14) dan Hendi Hendarmawan (15) tampil dalam sebuah workshop dansa di Gedung Kesenian, Baleharjo, Wonosari, Minggu sore (7/8/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
PON XIX di Jawa Barat belum menghasilkan medali emas untuk atlet asal Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat yang berakhir Kamis (29/9) malam lalu, atlet Gunungkidul belum berhasil membawa pulang medali emas. Hal tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul.
Ketua Umum KONI Gunungkidul, Jarot Budi Santosa mengatakan sebanyak 12 atlet Gunungkidul dari berbagai cabang olahraga diantaranya Aeromodelling, Catur, Dansa, Dayung, Panahan, Sepak Takraw, Taekwondo, Renang Indah memang belum mampu meraih medali emas.
Jarot mengatakan hal tersebut harus menjadi evaluasi tersendiri bagi KONI Gunungkidul dan Pemerintah daerah. Selama ini pihaknya maupun para atlet telah seoptimal mungkin untuk terus berupaya meraih prestasi yang membanggakan di setiap ajang yang diikuti.
“Gunungkidul belum berhasil peroleh medali emas, namun kami terus mendorong seoptimal mungkin demi pencapaian prestasi atlet Gunungkidul,” kata Jarot, Jumat (30/9/2016).
Ia mengatakan selama ini dana yang dimiliki KONI menjadi salah satu keterbatasan dalam melakukan pembinaan atlet Gunungkidul. Namun meskipun begitu, KONI berupaya untuk melatih kemandirian setiap atlet individu maupun yang tergabung dalam klub.
Setiap kesempatan untuk berkompetisi di bidang olahraga selalu berusaha untuk dapat berpartisipasi. Dalam upaya tersebut ia pun berharap ada dukungan yang lebih nyata dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Bersambung halaman 2
“Mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah daerah demi mendorong prestasi atlet Gunungkidul,” kata Jarot.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid membenarkan bahwa atlet Gunungkidul belum berhasil membawa pulang medali emas. Namun sejumlah medali perak dan perunggu berhasil diperoleh dari kategori regu yakni Drumband.
“Memang Gunungkidul belum ada yang dapat emas. Tapi yang beregu seperti Drumband berhasil peroleh dua perak dan satu perunggu,” kata Bahron.
Menurut Bahron, para atlet yang ada di Gunungkidul menjadi bagian dari pembinaan Disdikpora. Terutama untuk pengawalan anak usia sekolah yang memiliki potensi di bidang olahraga agar berprestasi. Pihaknya pun akan memberikan wadah kepada para atlet sekaligus mendorong klub olahraga yang ada di sekolah maupun masyarakat agar dapat mengikuti kesempatan berkompetisi.
“Untuk langkah ke depan kami akan mempersiapkan latihan dan mengikuti kesempatan kompetisi secara rutin misalnya di kejuaraan POR antar kecamatan,” ujarnya.
Terkait dengan fasilitas berlatih setiap cabang olahraga yang dimiliki kabupaten Gunungkidul diakuinya beberapa memang belum cukup memadai. Namun hal tersebut menurutnya bukan menjadi penghalang bagi atlet Gunungkidul untuk memperoleh juara di setiap kesempatan kompetisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah melemah mendekati Rp18.000 per dolar AS. Smartphone, laptop, kendaraan, pangan impor hingga tiket pesawat berpotensi mengalami kenaikan harga jika tekana
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.