TAWURAN JOGJA : Dua Geng Pelajar SMP Baku Hantam di Alun-Alun Utara

dokumen
04 Oktober 2016 12:32 WIB Sunartono Jogja Share :

Tawuran Jogja terjadi di Alun-alun Utara

Harianjogja.com, JOGJA - Dua kelompok geng pelajar setingkat SMP terlibat baku hantam di kawasan Alun-Alun utara, Kecamatan Gondomanan, Kota Jogja, Senin (3/10/2016). Sebanyak empat pelajar ditangkap petugas untuk dimintai keterangan.

Empat pelajar tersebut berinisial SAP, 14, GSD, 14, keduanya pelajar salahsatu sekolah swasta di Ngampilan, Kota Jogja. Kemudian dua pelajar lainnya yang berasal dari salahsatu SMP swasta di Jetis, Kota Jogja yaitu FGA, 14, dan ADC, 15.

Peristiwa tawuran dua geng pelajar SMP berawal saat gerombolan enam pelajar dari salahsatu SMP di Jetis melintas di depan sebuah SMP di Ngampilan.

Dua dari enam pelajar tersebut diantaranya adalah FGA dan ADC. Setibanya di depan SMP di Ngampilan, rombongan ini berteriak-teriak sembari melempari sekolah dengan batu. Tak hanya itu, mereka juga menggeber-geberkan knalpot motor dengan nada menantang.

Merasa emosi dengan nada tantangan, sejumlah pelajar SMP di Ngampilan itu pun keluar dari gedung sekolah. Mereka mengejar menggunakan sepeda motor, dua diantaranya adalah SAP dan GSD.

Setelah terjadi kejar-kejaran, rombongan penantang berhasil dijangkau. Saat itulah terjadi baku hantam dengan tangan kosong, di kawasan Jalan Pekapalan, Alun-Alun Utara Jogja.

"Tawurannya lebih dari satu menit, ada yang mau mengambil cor blok untuk dilemparkan. Prihatin rasanya, anak SMP sudah memiliki naluri melukai," ungkap Yanto, 34, saat menceritakan peristiwa itu, Selasa (4/10).

Ketika tawuran itu berlangsung, warga Kasihan, Bantul ini sedang melintas di Alun-Alun Utara Jogja, bahkan ada beberapa pelaku yang menyalip motornya saat terjadi saling kejar-kejaran.

Mengingat lokasi tawuran berada di dekat Koramil serta pos polisi. Sebanyak empat pelajar diamankan petugas. Sementara lainnya melarikan diri menggunakan motor.

Terpisah Kapolsek Gondomanan Kompol Danang Kuntadi menyatakan, empat pelajar tersebut diamankan berasal dari dua sekolah swasta.