RESTORASI GUMUK PASIR : Korban Penggusuran Galang Dukungan

Spanduk protes warga yang terancam digusur akibat adanya restorasi Gumuk Pasir di sekitar pantai Parangkusumo, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Kamis (18/8/2016). (Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
04 Oktober 2016 21:21 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Restorasi gumuk pasir masih bernuansa penolakan dari warga terdampak.

Harianjogja.com, BANTUL -- Warga terdampak restorasi gumuk pasir di Desa Parangtritis, Kretek menggalang dukungan untuk melawan pemerintah. Pemkab Bantul melayangkan surat teguran pertama terkait penggusuran.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/09/22/restorasi-gumuk-pasir-dipulangkan-ke-daerah-asal-warga-menolak-ini-alasannya-754918">RESTORASI GUMUK PASIR : Dipulangkan ke Daerah Asal, Warga Menolak, Ini Alasannya)

Koordinator Aliansi Rakyat Menolak Penggusuran (ARMP) sekaligus warga Pantai Parangkusumo, Desa Parangtritis yang terdampak penggusuran Watin mengungkapkan warga menggalang dukungan dari berbagai pihak melibatkan elemen mahasiswa, dan kelompok-kelompok masyarakat yang sama-sama menjadi korban penggusuran pemerintah.

“Ada dari mahasiswa, warga Watu Kodok Gunungkidul, warga dari Kulonprogo yang juga terdampak penggusuran juga sekarang bertambah dukungan dari kalangan Bentor [becak montor],” ungkap Watin, Selasa (4/10/2016).

Berbagai elemen masyarakat yang senasib dengan warga Parangkusumo menurutnya memberikan dukungan agar warga melawan penggusuran yang dilakukan Pemerintah DIY dan Pemkab Bantul.

“Memangnya salah kalau kami melibatkan mahasiswa dan kelompok lain yang juga bersolidaritas, hak kami sebagai warga,” tegas Watin.

Pernyataan Watin sekaligus merespons pernyataan Pemkab Bantul yang mengkritisi tindakan warga berafiliasi dengan mahasiswa dan kelompok masyarakat di luar pemerintah.