WISATA GUNUNGKIDUL : Geopark Gunungsewu dapat Penghargaan dari UNESCO

06 Oktober 2016 13:33 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Wisata Gunungkidul berupa  Kawasan Geopark Gunungsewu mendapatkan penghargaan dalam Konferensi Internasional UNESCO Global Geopark ke-7

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kawasan Geopark Gunungsewu mendapatkan penghargaan dalam Konferensi Internasional UNESCO Global Geopark ke-7 yang berlangsung pada 27-30 September lalu.

Adanya penghargaan itu dijadikan momentum untuk melakukan pengelolaan yang lebih baik. Terlebih lagi dalam rentang waktu dua tahun ke depan, kepesertaan kawasan karst dalam jaringan geopark dunia akan dinilai ulang.

Bupati Gunungkidul Badingah mengaku bangga dengan perhargaan yang diberikan kepada kawasan geopark Gunungsewu. Pasalnya dari 120 kawasan geopark yang ada, hanya terpilih sembilan lokasi, dan salah satunya diberikan kepada kawasan karst yang membentang dari Gunungkidul-Wonogiri-Pacitan.

“Tentu kami senang dengan penghargaan itu karena tidak semua lokasi mendapatkannya. Apalagi saat diumumkan, kita [Geopark Gunungsewu] diumumkan di urutan kedua,” kata Badingah kepada wartawan, Rabu (5/10/2016).

Dia menjelaskan, penghargaan diberikan atas partisipasi Gunungsewu ke dalam jaringan UGG. Selain itu, perbedaan karakteristik yang dimiliki menjadi nilai lebih sehingga bisa menyisihkan kawasan geopark lainnya.

“Penghargaan ini jadi momentum kami untuk melakukan pengelolaan yang lebih baik lagi. Sebagai kawasan geopark, Gunungsewu harus bisa menjalankan fungsinya sebagai kawasan konservasi, edukasi serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Badingah.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Global Geopark Gunungsewu, Hary Sukmono mengatakan. Menurutnya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan dalam pengelolaan kawasan karst itu. Ini lantaran status UGG tidak berlangsung selamanya, karena akan dinilai ulang setiap empat tahun sekali.

Penilaian ulang terhadap status jaringan geopark internasional dapat dilihat di Geopark Gunung Batur, Bali. Setelah mendapatkan pengakuan dari UNESCO di 2012 lalu, maka tahun ini akan dilakukan validasi ulang apakah statusnya akan dipertahankan atau malah diturunkan. “Jika mengacu dengan penilaian empat tahunan ini, maka Gunungsewu akan dinilai dua tahun lagi,” kata Hary.

Dia menjelaskan, untuk memaksimalkan peran dalam pengelolaan akan ditingkatkan kerja sama tiga kabupaten di lingkup Gunungsewu. Harapannya dengan kerja sama itu bisa meningkatkan komitmen untuk upaya pengelolaan di masing-masing site yang dimiliki.

“Misalnya di kami [Gunungkidul] ada 13 lokasi geopark, keberadaannya akan kami maksimalkan dalam pengelolaan sesuai dengan fungsi dan perannya saat masuk ke jaringan dunia,” katanya.

Penghargaan dari UNESCO, selain diberikan ke Geopark Gunungsewu, juga diberikan ke delapan lokasi lain. Beberapa lokasi itu meliputi Donhuang UGG, Tiongkok; Lanzarote and Chino Island UGG, Spanyol; Mount Apoi UGG, Jepang. Sedang lima lokasi lain meliputi Pollino UGG, Italia; Reykjanes UGG, Islandia; Sitia UGG, Yunani; Troodos Mountains, Siprus dan Zhjingdany UGG, Tiongkok.