Advertisement
Bantul Percepat Mekanisasi Pertanian lewat 17 Bantuan Alsintan
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menyalurkan 17 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada gabungan kelompok tani sebagai bagian dari percepatan mekanisasi sektor pertanian berbasis dukungan Kementerian Pertanian.
Upaya Pemerintah Kabupaten Bantul dalam memperkuat sektor pertanian terus digencarkan melalui percepatan mekanisasi. Langkah ini diwujudkan dengan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada gabungan kelompok tani (gapoktan).
Advertisement
Pada Senin (12/1/2026), Pemkab Bantul menyalurkan bantuan alsintan yang bersumber dari Kementerian Pertanian. Penyaluran tersebut mencakup 17 unit alsintan kepada kelompok tani di wilayah Bantul.
Bantuan itu terdiri atas berbagai jenis mesin yang mendukung seluruh tahapan pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga proses panen.
“Hari ini kita serahkan alat mesin pertanian (alsintan), berupa 10 unit traktor roda empat, enam unit traktor roda dua, dan satu unit combine harverster,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Senin (12/1/2026).
Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut merupakan sebagian kecil dari total alsintan yang telah digulirkan ke seluruh wilayah Bantul sepanjang 2025.
Menurut Halim, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 201 unit alsintan telah disalurkan kepada kelompok tani di Bantul. Sumber pendanaannya berasal dari berbagai skema, mulai dari APBN, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, APBD Kabupaten Bantul, hingga aspirasi anggota DPR dan DPRD.
“Dengan bantuan alsintan ini maka harapannya akan semakin meningkatkan kinerja pertanian, karena dengan alat-alat mesin pertanian ini produktivitas panen akan naik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mekanisasi pertanian terbukti memberi dampak signifikan terhadap peningkatan produksi pangan di Bantul. Pada musim tanam 2025, luas panen padi tercatat mencapai sekitar 34 ribu hektare dengan produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 199 ribu ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang luas panennya sekitar 31 ribu hektare.
“Jadi semuanya meningkat, luas tanam meningkat, volume produksi meningkat, dan ini adalah berkat mekanisasi pertanian yang dilakukan melalui alsintan. Tanpa mekanisasi ini, kita sangat sulit, sangat berat meningkatkan sektor pertanian,” katanya.
Dari sisi petani, bantuan alsintan dinilai mampu mempercepat proses kerja di lapangan. Jamal, perwakilan Gapoktan Wukirsari, menyampaikan bahwa sebelum digunakan, para petani akan mengikuti pelatihan pengoperasian yang difasilitasi pemerintah.
“Awalnya dari pengajuan dari Kabupaten fersari ini ya ini ada pelatihan dulu pengoperasian ini ini setelah ada peralatan rahasia mungkin segera di dioperasikan untuk anggota sendiri,” ujar Jamal.
Ia mengungkapkan, selama ini petani di wilayahnya masih banyak mengandalkan traktor roda dua. Kehadiran alsintan yang lebih modern diharapkan dapat mempercepat pengolahan lahan pertanian.
“Selama ini masih faktor roda dua itu nanti faktor biasa nanti akan lebih mempercepat atau mempermudah ya diharamkan mempercepat untuk pengolahan tanah diharamkan kan ini langsung jadi katanya nanti sekali jalan langsung jadi,” katanya.
Program percepatan mekanisasi pertanian di Bantul melalui penyaluran alsintan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





