BANDARA KULONPROGO : Angkasa Pura Pasang 5 Plang Bandara

PT Angkasa Pura 1 mulai memasang plang himbauan dan kepemilikan di 4 desa terdampak bandara, Temon, pada Rabu (5/10/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
06 Oktober 2016 11:33 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo ditandai lokasi pembangunannya oleh PT Angkasa pura

Harianjogja.com, KULONPROGO-PT Angkasa Pura 1 memasang 5 plang (papan penunjuk) kepemilikan lahan di 4 desa terdampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada Rabu (5/10/2016). Pemasangan plang dilakukan di bidang lahan kosong yang telah resmi menjadi aset negara.

Pemasangan dilakukan di 4 desa yakni Glagah, Sindutan, Palihan, dan Kebonrejo. Bambang Eko dari PT Angkasa Pura 1 mengatakan bahwa seharusnya plang tersebut disebar merata di 5 desa terdampak.

“Namun sementara kita pasang di empat desa dulu karena pencairan di Jangkaran baru dimulai hari ini,” jelasnya ditemui seusai pemasangan plang.

Pemasangan dilakukan oleh personil PT Angkasa Pura1 dengan didampingi camat Temon, babinsa setempat, dan perangkat desa.

Sejauh ini, satu plang dipasang di Desa Sindutan, Palihan, dan Kebonrejo. Sementara dua plang dipasang di dua titik yang berbeda di Desa Glagah. Bambang mengatakan bahwa pihaknya sengaja memilih lokasi pemasangan plang di area yang kondusif dan tidak memancing polemik dari warga. Lokasi pemasangan merupakan lahan kosong, jauh dari pemukiman, bebas dari konflik serta sudah sepenuhnya diganti rugi oleh PT Angkasa Pura 1.

Meski demikian, Bambang membantah bahwa pemasangan plang merupakan isyarat bagi warga untuk segera mengosongkan lahannya. Plang hanya difungsikan sebagai pemberitahuan kepemilakan dan himbauan kepada warga untuk tidak merusak aset di dalam lahan yang telah digantirugi tersebut.

Menurutnya, pemasangan plang merupakan bagian yang umum dalam proses pembangunan pasca pengalihan kepemilikan lahan. Terlebih lagi, warga terdampak sendiri sudah menyadari kewajibannya untuk segera pindah dan mengsongkan lahannya.

Meski belum tahu pasti jumlah plang yang akan dipasang, Bambang mengatakan bahwa dipastikan plang yang dipasang akan bertambah khususnya di area pemukiman. Minimal, plang akan dipasangan di tiap sudut yang membatasi kawasan bandara yang telah dibebaskan PT Angkasa Pura 1.

Ia juga menegaskan bahwa pemasangan plang ini telah melalui koordinasi dengan perangkat desa masing-masing. Lokasi pemasangan plang juga sesuai dengan arahan kepala desa masing-masing.