Investor Asing Belum Agresif Borong SBN, Ini Faktor Penghambatnya
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Ilustrasi penganiayaan (JIBI/Solopos/Antara)
Kenakalan pelajar yang mengarah ke kekerasan dapat dicegah.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Jajaran Reserse dan Kriminal Polsek Berbah berhasil mengamankan dua remaja yang di duga hendak melakukan aksi klitih pada Kamis (6/10/2016) pukul 01.30 WIB dinihari. Dua remaja tersebut merupakan bagian dari gerombolan remaja lainnya yang kabur melarikan diri saat petugas melakukan patroli.
"Mereka kami amankan setelah kami lakukan penggeledahan, dari tangan keduanya kami sita senjata tajam yang diduga akan digunakan sebagai senjata saat klitih," kata Kanit Reskrim Polsek Berbah AKP Mujiman.
Penemuan ini bermula ketika petugas sedang melakukan patroli rutin setiap malam. Saat petugas melintasi daerah pertigaan jalan Berbah, Sleman tiba-tiba melintas gerombolan remaja tersebut. Saat melintas diketahui salah satu dari mereka membawa senjata tajam, maka oleh petugas kemudian dilakukan pengejaran.
Masing-masing dua remaja yang saat ini sudah diamankan yakni DA, 17 warga Kotagede dan BP, 17 warga Banguntapan keduanya merupakan pelajar SMK di kota Jogja.
"Dugaan kami gerombolan tersebut sedang mengejar orang yang menjadi sasaran klitih," katanya.
Usai dilakukan pengejaran untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, akhirnya dua remaja tersebut berhasil diamankan oleh petugas. Selanjutnya DA dan BP dibawa oleh petugas ke Mapolsek Berbah untuk dilakukan pendataan dan diberi pembinaan oleh polisi.
Kapolsek juga mengimbau karena maraknya aksi kekerasan di jalan akhir-akhir ini untuk para orang tua agar lebih waspada dan memberikan pengawasan yang lebih kepada putra-putrinya supaya tidak menjadi korban ataupun menjadi pelaku kekerasan.
"Jangan sampai ada kejadian baru menyesal, harus diawasi benar pergaulan anak apalagi diusia SMA karena tingkat emosional mereka masih sangat labil," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Polres Karanganyar menghentikan penyelidikan dugaan MinyaKita berbau solar setelah uji laboratorium memastikan tidak ada kandungan solar maupun minyak tanah.
Gempa magnitudo 5,3 mengguncang Ismailia, Mesir. Belum ada laporan korban, sementara pemerintah mengaktifkan tanggap darurat dan rumah sakit bersiaga.
Bantul menargetkan angka kemiskinan turun di bawah 10 persen pada 2026. Sebanyak 103 program disiapkan dengan dukungan pembaruan DTSEN.
Korlantas Polri dan Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan ODOL melalui integrasi ETLE, RFID, dan WIM menjelang penerapan Zero ODOL awal 2027.
WMO memprediksi El Nino menguat pada Agustus-Oktober 2026 dan berpotensi memicu suhu di atas normal, kekeringan, banjir, serta kebakaran hutan.