PASAR TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Atap Roboh, Keamanan Pembangunan Pasar Gari Dikaji Ulang

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno saat meninjau lokasi di Pasar Desa Gari, Kecamatan Wonosar. Jumat (7/10/2016) (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
08 Oktober 2016 14:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pasar tradisional Gunungkidul, Gari sementara waktu pembangunan dihentikan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembangunan Pasar Desa Gari, Kecamatan Wonosari dihentikan untuk sementara waktu. Pengentian proyek senilai Rp1,8 miliar dari pemerintah pusat ini disebabkan adanya peristiwa ambrolnya atap bangunan yang terjadi pada Kamis (6/10/2016) kemarin.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengaku di Desa Gari ada pembangunan pasar senilai Rp1,8 miliar, yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat. adanya kejadian ambrolnya atap bangunan, membuatnya melakukan inspeksi mendadak terkait dengan program tersebut.

“Harus dikaji ulang, terutama menyangkut masalah keamanan. Adanya korban yang terkena atap bangunan harus jadi catatan, sehingga pelaksanaannya bisa lebih sempurna lagi,” katanya.

Menurut Suharno, pembangunan pasar tersebut tidak ada kaitannya dengan pemkab. Hal itu terjadi karena proses pembangunan langsung ditangani oleh pusat tanpa melibatkan daerah.

“Kebetulan lokasinya di Gunungkidul. namun demikian, fasilitas ini jika sudah jadi juga sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya. Untuk itu, ia berharap meski pembangunan dihentikan sementara, rekanan memiliki komitmen untuk menyelesaikan pembangunan pasar sesuai dengan rencana awal.

“Saya harap, penyelesaian bukan hanya komitmen tapi disertai dengan kualitas pengerjaan yang baik. Peristiwa runtuhnya atap jangan sampai terulang, jadi pemilihan bahan pembangunan harus menggunakan kualitas yang terbaik,” kata Politikus PDI Perjuangan ini.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Gari, Widodo. Menurut dia, pihak desa tidak mengurusi masalah pembangunan karena hanya menerima saat bangunan sudah selesai dibangun.

“Semua diurusi pusat dan kebetulan saja pembangunanya dilakukan di bekas tambang yang ada di Gari,” katanya. Namun demikian, ia berharap agar proses pembangunan bisa diselesaikan. Pasalnya, dari sisi manfaat masyarakat akan sangat terbantu dengan keberadaan pasar tersebut.