MRT JOGJA : Dewan Tak Setuju, Ini Alasannya

Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI - Harian Jogja)
11 Oktober 2016 08:21 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

MRT Jogja diharapkan segera terealisasi.

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Perhubungan Kota Jogja memprediksi dalam lima tahun yang akan datang kemacetan lalu lintas di Kota Jogja akan terjadi deadlock atau kian parah. Karena itu, perlu ada solusi menyediakan moda transportasi berbasis bukan jalan, salah satunya Mass Rapid Transit (MRT).

Ketua DPRD Kota Jogja, Sujanarko mengatakan persoalan kemacetan di Kota Jogja tidak akan terselesaikan selama tidak ada kebijakan pembatasan kendaraan dari pusat. Saat ini diakuinya, belum ada solusi kecuali memprotes kebijakan pusat untuk menekan laju pertumbuhan kendaraan.

Soal wacana MRT, Sujanarko tidak sepakat karena kondisi lahan di Kota Jogja yang terbatas dan tidak memungkinkan adanya MRT. Ia justru meminta Pemerintah Kota Jogja untuk memperbaiki layanan transportasi massal yang sudah ada.

"Trans Jogja perlu ada perbaikan, daya jangkau Trans Jogja perlu diperbanyak. Selama ini kan masih terbatas," ujar Sujanarko, dalam rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Walikota di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Senin (10/10/2016).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan solusi lain untuk menekan kendaraan bisa dengan memberlakukan pajak progresif seperti yang sudah diterapkan di Jakarta. Artinya, pajak tidak hanya diberlakukan pada pemilik kendaraan, namun pemilik rumah dengan alamat yang sama jika lebih dari satu kendaraan.

Namun, wacana itu, diakui Sujanarko juga perlu ada kajian mendalam mengingat Kota Jogja sebagai kota pelajar dan kota wisata.