Sun Life Sediakan Perlindungan Kesehatan untuk Dosen

Aktivitas kantor PT Sun Life Financial Indonesia. (Endang Muchtar/JIBI - Bisnis)
12 Oktober 2016 16:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Sun Life menyediakan perlindungan kesehatan menyeluruh serta pengelolaan dana pensiun bagi para dosen dan pegawai universitas.

Harianjogja.com, JOGJA-Perusahaan asuransi PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) menyediakan perlindungan kesehatan menyeluruh serta pengelolaan dana pensiun bagi para dosen dan pegawai universitas.

Sun Life telah menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Sanata Dharma untuk mengelola program perlindungan kesehatan serta tabungan dana pensiun bagi 521 orang.

“Sejalan dengan misi kami membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan melalui kemapanan finansial, Sun Life sangat gembira dapat mendukung Universitas Sanata Dharma. Kami ingin menyelaraskan kembali dukungan serta kontribusi untuk menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik melalui penguatan bisnis asuransi perusahaan kami,” ujar Elin Waty selaku Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (12/10/2016).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Indonesia No. 65/2007 tentang Tunjangan Dosen di Indonesia, upah minimum rektor selaku pemangku jabatan tertinggi di universitas adalah Rp5,5 juta.

Angka ini masih terbilang rendah untuk mencapai kemapanan keuangan pada masa pensiun jika dibandingkan dengan peran yang diemban dalam mendidik pemimpin masa depan.

Dengan tersedianya perlindungan kesehatan serta tabungan dana pensiun diharapkan dapat memotivasi para dosen untuk terus meningkatkan sumbangsih mereka bagi kemajuan pendidikan di Indonesia tanpa perlu khawatir mengenai keadaan keuangan pribadi mereka.

“Kami dapat memberikan rasa aman bagi dosen dan pegawai sehingga mereka bisa bekerja dengan produktif dan efektif," katanya.

Saat ini, Sun Life melayani 13 nasabah perusahaan dan bertanggung jawab atas lebih dari 1.000 karyawan di perusahaan tersebut. Sun Life memiliki lebih dari 9.000 agen dan 106 kantor pemasaran konvensional dan 55 kantor pemasaran syariah di seluruh Indonesia, yang memungkinkan perusahaan menyediakan layanan lebih baik di 69 kota, termasuk DIY.