TAMBANG PASIR ILEGAL : Tak Hanya di Kali Opak tapi Juga di Dekat Pekarangan Warga

Aktivitas penambangan pasir illegal menggunakan alat berat di perbatasan antara Desa Umbulharjo dan Kepuharjo, Cangkringan, Selasa (11/10/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
12 Oktober 2016 04:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Tambang pasir ilegal di Cangkringan masih saja dilakukan.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Aksi penambangan pasir illegal kembali terjadi di wilayah Cangkringan. Selain tidak mengantongi izin, para penambang pasir illegal tersebut menggunakan alat berat beco.

Dari pantauan Harianjogja.com, Selasa (11/10/2016) aktivitas penambangan liar menggunakan alat berat, beco, terjadi di beberapa titik. Tidak hanya di kali Opak, aktivitas penambangan illegal juga mengambil pasir yang berdekatan dengan pekarangan warga. Aktivitas penambangan liar itu terjadi di perbatasan antara Desa Umbulharjo dan Kepuharjo, Cangkringan.

Menurut penuturan sejumlah warga, aksi penambangan illegal tersebut berlangsung sejak sebulan terakhir. Awalnya aktivitas dilakukan di sisi barat perbatasan Desa Umbulharjo dan Kepuharjo. Di lokasi tersebut, terdapat dua titik penambangan liar.

"Sejak sepekan terakhir, aktivitas mereka mulai mengarah ke wilayah Kepuharjo. Ada tiga alat berat dan lokasinya di tiga titik, semuanya di Dusun Petung," kata R, warga Umbulharjo.

Menurutnya, pengelola penambangan illegal tersebut ada yang berasal dari luar desa. Selain di lokasi tersebut, penambangan pasir liar menggunakan alat berat juga berlangsung di Desa Umbulharjo (tiga titik) dan Glagaharjo (empat titik). Jika ditotal, luas lahan yang sudah ditambang secara ilegal mencapai 1,5 hektare. Mereka beraktivitas sejak pagi hingga sore.

"Satu alat berat bisa memenuhi 20 rit perhari. Kalau ada tujuh bego, dalam sehari bisa 150 rit yang keluar," jelasnya.