PEMKAB GUNUNGKIDUL : KUA-PPAS Perubahan 2016, Dana Berkurang Rp227 Miliar

12 Oktober 2016 01:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pemkab Gunungkidul, pemangkasan anggaran dari pusat memberikan pengaruh

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Plafon anggaran milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkurang sekitar Rp227,7 miliar. penurunan anggaran tersebut terlihat dalam Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan APBD Perubahan 2016 yang disampaikan bupati dalam rapat paripurna DPRD pada Senin (10/10/2016) malam.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan adanya pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat berdampak terhadap struktur anggaran yang dimiliki pemkab. Oleh karena itu, dengan adanya pemangkasan maka harus dilakukan upaya efisiensi yang akan dituangkan dalam APBD Perubahan 2016.

“Dari plafon anggaran yang ada maka ada penurunan jika dibandingkan dengan plafon di APBD murni,” kata Badingah.

Dia menjelaskan, dalam APBD murni 2016, pendapatan pemkab mencapai Rp1.739.998.448.710,19, sedang dalam proses penyusunan anggaran perubahan menjadi Rp1.512.242.970.261,51. Itu artinya dalam draf KUA-PPAS Perubahan 2016 terdapat pengurangan pendapatan sebesar Rp227.755.478.448,68. Pengurangan ini, kata Badingah, merupakan akumulasi dari pendapatan yang berasal dari Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat hingga upaya menaikan target pendapatan asli daerah atau pun melalui Lain-lain pendapatan daerah yang sah.

“Kalau hanya mengacu dari dana perimbangan maka pengurangan mencapai Rp240 miliar, tapi setelah dilakukan kajian melalui peningakatan target PAD dan lain-lain pendapatan yang sah maka jumlah dana yang berkurang hanya Rp227 miliar saja,” ungkap Bupati wanita pertama di Gunungkidul ini.