KOTA PINTAR : Utamakan Pelayanan Publik, Seluruh Pejabat Harus Paham Ini

Ilustrasi kota pintar (Forbes.com)
13 Oktober 2016 12:20 WIB Jogja Share :

Kota Pintar akan diterapkan di Jogja dan Sleman.

Harianjogja.com, JOGJA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memetakan sejumlah kota di Indonesia yang akan menjadi pilot project pengembangan kota pintar atau smart city, akhir 2016 ini. Dari hasil pemetaan Kota jogja dan Sleman menjadi dua wilayah yang akan menjadi lokasi  ujicoba gagasan smart city itu.

Selain Jogja dan Sleman, konsep smart city juga akan diujicobakan pada delapan Wilayah lain. Wilayah tersebut adalah Semarang, Serang, Tangerang, Depok, Bekasi, Sidoarjo, Kudus, dan Solo.

Nantinya 10 kota tersebut akan mendapatkan pelatihan tentang Center for Digital Society (CfDS). Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Dirjen Otonomi Daerah, Gunawan berharap pelatihan  bermanfaat meningkatkan pemahaman tentang smart city. Dengan begitu, papar dia, e-government dapat diperoleh secara menyeluruh pada setiap perangkat daerah, yaitu seluruh pejabat pemerintah setingkat eselon.

Sebagai trainer pelatihan kota pintar akan menghadirkan sejumlah dosen dan profesor dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Adapun peluncuran pilot project ini akan menjadi pemantik bagi kota-kota sekunder lainnya untuk dapat mulai memajukan daerahnya melalui suatu platform digital yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

“Kemendagri sudah memiliki komitmen yang sangat kuat untuk pengembangan Smart City, dan program pelatihan ini bisa menjadi landasan penting dalam peningkatan kapasitas pemerintah secara umum di Indonesia.” tandasnya.

Sebelumnya Kemendagri menargetkan pertengahan 2017 nanti seluruh daerah sudah melaksanakan program smart city.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo beberapa waktu lalu menyatakan,  konsep smart city itu merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan kualitas pelayanan publik.

"Smart city merupakan konsep yang tidak bisa dihilangkan dari upaya pembangunan did Indonesia. Semakin lama tuntutan pelayanan puyblik pun semakin banyak sehingga memerlukan berbagai terobosan. Salah satu upayanya melalui smart city. Dan wujudnya yang bisa kita lihat ialah e-government yang sudah dijalankan," paparnya.