LONGSOR SLEMAN : Ini Kerusakan yang Terjadi di Tlogo Putri

Tanah longsor di Tlogoputri Kaliurang Pakem Sleman, Rabu (12/10/2016). (Abdul Hamied Razak/JIBI - Harian Jogja)
13 Oktober 2016 13:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Longsor Sleman terjadi di kawasan wisata Tlogo Putri

Harianjogja.com, SLEMAN -- Bencana tanah longsor terjadi di wilayah objek wisata Kaliurang, Pakem dan Umbulharjo, Cangkringan. Akibat peristiwa itu, Objek wisata Tlogo Putri di kawasan Kaliurang ditutup bagi pengunjung selama beberapa hari ke depan.

Kepala Seksie Pengelolaan Taman Nasional TNGM Wilayah I Sleman-Magelang, Nurpana Sulaksono menjelaskan, tingkat kerusakan akibat longsor tersebut hampir sama dengan peristiwa serupa pada 2014 lalu. Hanya saja, air bah yang datang kali ini lebih kecil tetapi disertai longsoran dalam jumlah yang besar.

"Di Tlogo Muncar sempat mengalami banjir bah, itu dari air terjunnya. Air bah membawa material sisa erupsi lalu. Kemungkinan, hal itu yang menyebabkan longsor ke area bawahnya," jelas dia, saat meninjau lokasi longsor, Rabu (12/10/2016).

(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=760124">LONGSOR SLEMAN : Tanah Longsor Terjadi di Tlogo Putri Kaliurang)

Koordinator Tim Sar Linmas Kaliurang, Kiswanta mengatakan, di tebing area Tlogo Muncar ada satu batu besar dengan diameter sekitar dua meter. Batu raksasa itu berada di bibir tebing setinggi 15 meter.

"Potensi bahayanya tinggi karena batu tersebut hanya bertumpu pada bebatuan kecil lain di dinding tebing," katanya.

Menurutnya, batu itu sejak dulu tertimbun tanah dan baru terlihat setelah longsor terjadi. Tim SAR Linmas Kaliurang tengah berupaya menurunkan batuan tersebut agar tidak membahayakan.

"Di bawahnya itu ada jalur trekking, kalau tidak segera diturunkan bisa membahayakan. Sewaktu-waktu bisa menggelinding," katanya.

Selain di Tlogo Putri, tanah longsor juga terjadi di wilayah Plunyon, Umbulharjo, Cangkringan namun jauh dari areal pemukiman. Longsor mengakibatkan pipa air bersih terputus. Putusnya pipa-pipa air bersih tersebut dikarenakan longsor membawa kayu-kayu berukuran sedang dan besar di sekitar lokasi.Pipa Air Bersih Sempat Putus
Beberapa pipa air yang putus tercatat milik Tirta Sari, Tirta Gondang, dan PDAM Sleman. Adapun milik PT Anindya Agra Jasa masih dalam kondisi baik. Pipa aliran air bersih yang putus sudah diperbaiki oleh warga dan instansi terkait, seperti PDAM dan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman.

"Tadi pipa saluran air yang putus sudah disambung lagi. Saat ini aliran air bersih sudah normal kembali," kata Kepala Desa Umbulharjo Suyatmi, Rabu (12/10/2016).

Menurutnya, longsor tidak hanya mengakibatkan pipa air bersih putus, tetapi juga merusak saluran irigasi di wilayah Jembatan Pluyon. Tanah yang longsor menutup aliran air ke wilayah Desa Umbulharjo.

"Akses air bersih untuk warga terputus. Tadi pagi tidak ada air, makanya perbaikan saluran air bersih itu cepat dilakukan," ujarnya.

Putusnya saluran pipa air air dan jalur irigasi di wilayah Utara akibat longsor tersebut sempat mengganggu distribusi air bersih ke sejumlah warga. Meliputi, 200 KK pelanggan air PDAM Sleman, PAM Umbulharjo untuk 1500 KK. Aliran air dari pipa hidran yang dinikmati oleh 350 KK di Panguk dan Ngrangkah, hingga hunian tetap di Karangkendal sempat terhenti.

"Sampai saat ini masih banyak titik-titik potensi longsor di wilayah tersebut. Kami sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Sleman untuk mengantisipasi bencana susulan," kata Suyatmi.